TOJO UNA-UNA –SUARA NUSANTARA PALU COM Upaya pencarian terhadap seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Kulingkinari, Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, akhirnya membuahkan hasil.
Nelayan bernama Mpalang Lahaling (65) ditemukan dalam kondisi selamat oleh nelayan yang melintas pada Senin (5/10/2026), setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian selama empat hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi penemuan korban diterima tim SAR gabungan sekitar pukul 15.45 WITA. Korban ditemukan pada koordinat 0°41’23.57″S – 121°45’39.77″E, atau sekitar 9 nautical mile (Nm) dari lokasi awal kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H., CAI, C. Mtr., menjelaskan, setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi menuju Desa Bunta untuk mendapatkan penanganan dan memastikan kondisinya.
Peristiwa tersebut bermula pada Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 09.00 WITA. Saat itu, korban berangkat dari Bunta menuju Pulau Kabalutan menggunakan perahu.
Dalam perjalanan, sekitar pukul 20.00 WITA, perahu korban diduga terbawa arus hingga mencapai wilayah Desa Kulingkinari, Kecamatan Batudaka. Warga setempat kemudian memberikan bantuan bahan bakar agar korban dapat melanjutkan perjalanan menuju Desa Kabalutan.
Namun, hingga sekitar pukul 21.00 WITA, korban belum juga tiba di tempat tujuan. Kondisi tersebut kemudian dilaporkan kepada Unit Siaga SAR (USS) Ampana untuk mendapatkan bantuan pencarian.
Pada hari keempat operasi, Senin (5/10/2026), tim SAR gabungan terlebih dahulu melaksanakan briefing dan pembagian tugas pada pukul 06.45 WITA. Pencarian kemudian dilanjutkan mulai pukul 07.00 WITA menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB), menyisir jalur perairan dari Kulingkinari menuju Kabalutan sesuai rencana operasi.
Setelah korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, tim SAR gabungan selanjutnya melakukan evakuasi.
Dengan ditemukannya korban, pada pukul 16.25 WITA operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.
Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue USS Ampana, Pos Polairud, BPBD Ampana, Damkar Ampana, RAPI Ampana, aparat desa serta masyarakat.
Dalam operasi tersebut, tim menggunakan sejumlah sarana dan peralatan, di antaranya RIB, rescue car, peralatan water rescue, perangkat navigasi dan komunikasi, serta peralatan medis dan evakuasi.
Keberhasilan pencarian ini sekaligus mengakhiri kekhawatiran keluarga dan masyarakat terhadap keberadaan korban yang sebelumnya hilang kontak di wilayah perairan Kepulauan Togean.
Penulis : Anjasman Pimred
Editor : Redaksi SN-PALU
Sumber Berita: Humas Basarnas
















