DONGGALA – SUARA NUSANTARA PALU.COM – Upaya membangun generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan memiliki kesadaran hukum terus dilakukan jajaran Polres Donggala. Salah satunya melalui program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik) yang kali ini menyasar para siswa SMP Negeri 2 Banawa, Kabupaten Donggala, Senin (2/11/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 07.15 WITA di lingkungan SMPN 2 Banawa, Jalan Lamarauna Nomor 23A, Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Banawa tersebut, dipimpin langsung Kapolres Donggala AKBP Aditya Rochaulia Suharto, S.H., S.I.K., M.I.K.
Dalam kesempatan itu, Kapolres tidak hanya menjalin silaturahmi dengan tenaga pendidik, tetapi juga memberikan pembinaan serta motivasi kepada para siswa agar mampu mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di hadapan peserta didik, Kapolres menyampaikan sejumlah pesan penting yang berkaitan dengan pendidikan, kedisiplinan, keselamatan, dan perilaku positif di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengajak seluruh siswa untuk menjadikan pendidikan sebagai bekal utama dalam meraih masa depan. Menurutnya, setiap pelajar memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita, selama disertai kemauan belajar, kerja keras, kedisiplinan, serta pembentukan karakter yang baik.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas sejak usia sekolah. Para siswa yang belum memenuhi persyaratan berkendara diminta tidak membawa kendaraan bermotor sendiri ke sekolah demi menghindari risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan bersama.
Selain itu, perhatian khusus diberikan terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Kapolres mengingatkan agar pelajar tidak sekali-kali mencoba, menggunakan, maupun terlibat dalam peredaran narkoba.
Ia menegaskan bahwa penyalahgunaan narkotika dapat menghancurkan kesehatan, mengganggu proses pendidikan, bahkan merampas masa depan generasi muda. Karena itu, para siswa diharapkan mampu memilih lingkungan pergaulan yang sehat dan berani menolak segala bentuk ajakan negatif.
Pesan lainnya yang tidak kalah penting adalah penghentian segala bentuk perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.
Kapolres mengajak para siswa untuk membangun hubungan pertemanan yang saling menghormati dan menghargai. Tindakan mengejek, menghina, mengancam, mengucilkan, hingga melakukan kekerasan terhadap teman, baik secara langsung maupun melalui media sosial, tidak boleh menjadi bagian dari kehidupan pelajar.
Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik untuk belajar, mengembangkan kemampuan, serta meraih prestasi tanpa dibayangi rasa takut akibat tindakan perundungan.
Para siswa juga diingatkan agar tidak ragu menyampaikan kepada guru atau pihak sekolah apabila mengetahui maupun mengalami tindakan bullying sehingga persoalan tersebut dapat segera ditangani.
Kehadiran Kapolres Donggala di SMPN 2 Banawa mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian jajaran kepolisian terhadap dunia pendidikan.
Pesan dan motivasi yang disampaikan secara langsung dinilai memberikan tambahan wawasan sekaligus dorongan bagi para siswa untuk lebih memahami pentingnya disiplin, menjaga perilaku, dan menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja.
Melalui program Polidik, Polres Donggala berharap hubungan antara kepolisian dan lingkungan pendidikan semakin erat. Program tersebut juga diharapkan mampu menanamkan kesadaran hukum sejak dini serta membentuk pelajar yang berprestasi, berkarakter, taat aturan, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasat Lantas Polres Donggala, Kasat Binmas Polres Donggala, Kasikum Polres Donggala, Kanit Bhabinkamtibmas Satbinmas Polres Donggala, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Kabonga Kecil Sek Banawa.
Penulis : Anjasman
Editor : SN-PALU
Sumber Berita: Humas polres Donggala
















