PALU – SUARA NUSANTARA PALU.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Silae dalam ajang Lomba Bertutur dan Yel-yel Tingkat SD/MI se-Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
Kompetisi yang digagas Tribun Palu tersebut berlangsung di Auditorium Museum Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (3/10/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada kategori Lomba Bertutur Bahasa Kaili, Nurul Azzahra berhasil meraih Juara 3. Sementara Andi Attaya Putri Lamangkona juga mencatatkan prestasi dengan memperoleh Juara Harapan 1.
Tak berhenti pada kategori bertutur, kekompakan tim SDN Inpres Silae kembali membuahkan hasil pada Lomba Yel-yel Tribun. Dengan penampilan yang kreatif, energik, dan kompak, tim tersebut berhasil keluar sebagai Juara 1.

Menurutnya, keberhasilan siswa tidak semata-mata diukur dari jumlah piala yang diraih, tetapi juga dari keberanian mereka tampil di depan publik dan kemauan untuk mengenal serta mempertahankan budaya daerah.
«“Prestasi ini lahir dari kerja keras, kedisiplinan, dan kecintaan anak-anak terhadap budaya daerah. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kemampuan mengikuti zaman memang penting. Namun, bahasa daerah sebagai bagian dari identitas dan akar budaya juga harus terus dijaga,” ujar Dadang.»
Ia berharap capaian tersebut tidak berhenti sebagai sebuah kemenangan dalam perlombaan. Sebaliknya, prestasi itu diharapkan menjadi pemicu semangat bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan masing-masing.
Dadang juga mengingatkan para siswa agar tidak takut mencoba, termasuk ketika menghadapi kegagalan dalam proses meraih prestasi.
«“Jangan takut untuk tampil dan jangan berhenti belajar. Prestasi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi tentang keberanian untuk mencoba, ketekunan dalam berlatih, dan konsistensi dalam mengembangkan potensi. Saya berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa SDN Inpres Silae untuk terus berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun seni dan budaya,” katanya.»
Ajang Lomba Bertutur dan Yel-yel tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali bahasa daerah kepada generasi muda. Penggunaan bahasa ibu di kalangan anak-anak dinilai penting agar kekayaan budaya lokal tetap hidup dan tidak tergerus perkembangan zaman.
Bagi SDN Inpres Silae, raihan Juara 3 dan Juara Harapan 1 pada Lomba Bertutur Bahasa Kaili serta Juara 1 Lomba Yel-yel Tribun menjadi catatan positif dalam upaya membangun karakter siswa yang berprestasi sekaligus memiliki kepedulian terhadap budaya daerah.
Keberhasilan tersebut juga menjadi bukti bahwa pendidikan dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan, dengan sekolah menjadi salah satu ruang penting dalam memperkenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap bahasa daerah sejak usia dini.
Penulis : Anjasman Pimred
Editor : Redaksi SN-PALU
Sumber Berita: Liputan
















