JAKARTA – SUARA NUSANTARA PALU.COM – Kepedulian terhadap warga lanjut usia yang hidup dalam keterbatasan ditunjukkan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dengan menyiapkan bantuan bedah rumah bagi pasangan lansia, Roip (81) dan Amanah (76), warga Kampung Gunung Cabe, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.
Bantuan tersebut direncanakan untuk memperbaiki tempat tinggal pasangan suami istri itu yang dilaporkan dalam kondisi memprihatinkan, tidak layak huni, bahkan nyaris roboh. Perbaikan rumah diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi keduanya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Program kepedulian ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia atau Indonesian Police Lovers Community. Kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan, terutama kelompok rentan yang menghadapi kesulitan ekonomi dan keterbatasan akses terhadap kehidupan yang layak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi kehidupan Roip dan Amanah menggambarkan beratnya perjuangan pasangan lanjut usia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan keterangan warga setempat, keduanya selama ini mengandalkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) serta uluran tangan tetangga untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Di tengah keterbatasan usia, Roip masih berusaha mencari penghasilan dengan bekerja sebagai buruh tani serabutan. Namun, kondisi penglihatannya yang terganggu semakin membatasi kemampuannya untuk bekerja. Sementara itu, Amanah tetap menjalankan aktivitas rumah tangga di tengah kondisi hunian yang serba terbatas, termasuk dapur yang dilaporkan sudah tidak layak digunakan.
Salah seorang warga setempat, Sumirah, mengungkapkan bahwa kondisi pasangan lansia tersebut telah lama mengundang keprihatinan masyarakat sekitar.
“Untuk makan sehari-hari Kakek dan Nenek ini hanya mengandalkan bantuan PKH. Rumahnya sudah benar-benar tidak layak huni dan kondisinya mengkhawatirkan karena nyaris roboh,” ujar Sumirah.
Selain persoalan tempat tinggal dan ekonomi, Roip juga menghadapi masalah kesehatan. Menurut Sumirah, penglihatan Roip sudah tidak lagi jelas dan berdasarkan pemeriksaan dokter, ia diketahui mengalami katarak.
Kondisi tersebut membuat Roip semakin kesulitan menjalankan pekerjaan untuk menopang kebutuhan hidup bersama istrinya yang juga telah berusia lanjut.
“Kami juga prihatin. Warga di sekitar sini sangat kasihan melihat kondisi Kakek Roip yang sudah tidak bisa melihat dengan jelas,” tuturnya.
Rencana bantuan bedah rumah dari Kapolri diharapkan menjadi langkah nyata untuk membantu pasangan tersebut memperoleh hunian yang lebih aman dan manusiawi. Lebih dari sekadar memperbaiki bangunan, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban kehidupan Roip dan Amanah di usia senja.
Kepedulian terhadap warga yang membutuhkan juga menjadi pengingat bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi dapat hadir melalui aksi sosial yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Melalui kolaborasi bersama Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia, semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan terus tumbuh sebagai bentuk pengabdian yang menghadirkan manfaat nyata, sekaligus memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, khususnya warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian dan bantuan.</WritingBlock>
Penulis : Team Redaksi
Editor : SN-PALU
Sumber Berita: Liputan
















