PALU – SUARA NUSANTARA PALU.COM – Bakat, keberanian, dan kecintaan terhadap budaya daerah ditampilkan Nurul Azzahra, siswi SDN Inpres Silae, saat mewakili Kota Palu dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung di Asrama Haji Palu, 22–23 Oktober 2026.
Siswi yang akrab disapa Zahra itu tampil memukau melalui puisi berbahasa Kaili Ledo berjudul “Lompa Sumpa Ritana Tadulako”, yang bermakna “Gema Sumpah di Tanah Tadulako”.
Melalui puisi tersebut, Zahra menyampaikan pesan kuat tentang semangat perjuangan generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di Tanah Tadulako yang sarat dengan nilai sejarah dan budaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Foto: Azzahra saat sedang membaca puisi
Dengan penghayatan mendalam, Zahra membawakan setiap bait puisi secara penuh penjiwaan. Penampilannya mengundang decak kagum dan tepuk tangan dari para hadirin, sekaligus menampilkan bahwa bahasa daerah dapat menjadi medium untuk menyampaikan pesan persahabatan kepada generasi muda.
Kepala SDN Inpres Silae, Dadang Rahman Sidiq, yang juga bertindak sebagai pelatih dan pembimbing Zahra, mengungkapkan rasa bangga atas kerja keras dan kesungguhan anak didiknya selama menjalani proses latihan.

“Zahra adalah permata tersembunyi. Selama proses bimbingan dan latihan di sekolah, dia selalu menunjukkan keseriusan dan daya tangkap yang luar biasa dalam menjiwai puisi,” ungkap Dadang.
Menurutnya, penampilan Zahra bukan semata-mata tentang mengejar prestasi, melainkan juga menjadi bukti bahwa generasi muda mampu mencerminkan semangat nasionalisme melalui bahasa ibu.
“Melalui Lompa Sumpa Ritana Tadulako, Zahra bukan sekedar mengejar piala, tapi membuktikan bahwa anak-anak kita mampu menggemakan semangat NKRI lewat bahasa ibu. Sebagai pelatih sekaligus kepala sekolah, saya sangat bangga melihat berdiri tegak membawa nama baik Kota Palu,” tambahnya.
Kebanggaan serupa dirasakan Dinusrani, ayah kandung Zahra, yang menyaksikan langsung penampilan putrinya di atas panggung. Ia mengaku terharu melihat keberanian Zahra membawakan puisi berbahasa daerah dengan pesan nasionalisme yang kuat.
“Saya sangat terharu dan hampir meneteskan air mata melihat keberanian Zahra di atas panggung. Membawakan puisi bahasa Kaili dengan pesan nasionalisme yang begitu kuat bukanlah hal yang mudah untuk anak seusianya,” tutur Dinusrani.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Kepala SDN Inpres Silae yang telah membimbing putrinya dengan penuh kesabaran. Sebagai orang tua, ia berkomitmen untuk terus mendukung bakat dan potensi Zahra agar dapat berkembang serta meraih prestasi di masa mendatang.
Sementara itu, Zahra mengaku sempat merasa gugup ketika pertama kali berdiri di atas panggung. Namun, rasa gugup tersebut perlahan menghilang ketika ia mulai membacakan umpan pertama puisinya.
“Awalnya Zahra sempat deg-degan karena panggungnya besar sekali. Tapi, begitu mulai membaca bait pertama tentang Gema Sumpah di Tanah Tadulako, rasa takut itu hilang berganti semangat untuk membela tanah air lewat puisi,” ujar Zahra dengan penuh semangat.
Ia berharap penampilannya dapat memotivasi teman-teman seusianya untuk semakin mencintai dan bangga menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.
“Zahra ingin membuktikan kalau satu bait puisi itu punya sejuta pesona. Semoga penampilan Zahra ini bisa membuat teman-teman semua semakin bangga menggunakan bahasa ibu kita,” tambahnya.
Penampilan Zahra dalam ajang FTBI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah menjadi pengingat bahwa pelestarian bahasa daerah dapat dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, generasi muda diharapkan tidak hanya mampu berprestasi, tetapi juga tumbuh sebagai penerus yang menjaga kekayaan budaya bangsa.
Kisah Zahra menjadi inspirasi bahwa bahasa ibu bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga identitas, warisan leluhur, dan sarana menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Sebab, di balik satu bait puisi, tersimpan sejuta pesona yang mampu menyatukan kecintaan terhadap budaya lokal dan semangat menjaga keutuhan Indonesia.
Penulis : Pimred Anjasman
Editor : SN-PALU
Sumber Berita: Liputan
















