PENTAS DINILAI VULGAR, PEMANGKU ADAT SULTENG SERUKAN SENIMAN JAGA MARWAH BUDAYA

- Penulis

Tuesday, 11 August 2026 - 02:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PALU, SUARA NUSANTARA PALU – Forum Komunikasi Pemangku Adat (FKPA) Sulawesi Tengah menyampaikan peringatan kepada para pelaku seni dan penyelenggara hiburan agar tidak mengabaikan norma kesopanan dalam setiap pertunjukan di ruang publik.

Sorotan tersebut muncul menyusul adanya pertunjukan yang oleh sejumlah pemangku adat dinilai menampilkan gerakan tari dan busana yang kurang sesuai dengan nilai budaya serta norma sosial masyarakat Sulawesi Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua FKPA Sulawesi Tengah sekaligus Ketua Dewan Wali Adat Badan Musyawarah Adat Sulawesi Tengah, Drs. H. Moh. Husen Habibu, M.Si., menegaskan bahwa masyarakat tetap menghargai kebebasan berkesenian. Namun, kebebasan tersebut menurutnya perlu disertai tanggung jawab moral.

“Silakan berkesenian dan berkarya, tetapi tetap ingat pesan leluhur: jagai kedo ante ampea, tabe-tabe songgo mpoasi. Seni harus mengangkat martabat daerah, bukan menjatuhkan kehormatan dan marwah adat Kaili serta nilai keagamaan yang kita junjung tinggi,” ujar Husen.

Menurut Husen, pertunjukan seni yang digelar di hadapan masyarakat umum perlu mempertimbangkan karakter sosial dan budaya daerah. Apalagi, tontonan tersebut dapat disaksikan oleh anak-anak dan generasi muda.

Ia mengingatkan bahwa perkembangan dunia hiburan tidak semestinya menghilangkan identitas budaya masyarakat Sulawesi Tengah. Nilai kesopanan, rasa malu, penghormatan terhadap adat dan agama, kata dia, harus tetap menjadi pertimbangan dalam menentukan konsep sebuah pertunjukan.

FKPA juga mendorong event organizer, pelaku usaha hiburan, seniman, serta instansi terkait untuk melakukan evaluasi terhadap standar pertunjukan yang diselenggarakan di ruang publik.

Jangan Sampai Kreativitas Mengabaikan Norma

Pemangku adat menilai kreativitas dalam berkesenian merupakan bagian penting dari perkembangan kebudayaan. Namun, kreativitas tetap perlu berada dalam koridor etika dan kepatutan.

Baca Juga:  Kepala BPP Dolo Selatan Selamad Darianto Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan, Dorong Petani Tingkatkan Produksi

Karena itu, FKPA meminta para penyelenggara tidak hanya mengejar hiburan dan daya tarik pertunjukan, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan sosial dan generasi muda.

Seruan tersebut disebut mendapat dukungan dari sejumlah unsur masyarakat, antara lain lembaga adat, Dewan Adat dan Majelis Adat se-Sulawesi Tengah, Front Pemuda Kaili (FPK), Garda Alkhairaat, Himpunan Pemuda Alkhairaat (HPA), majelis taklim, Remaja Islam Masjid (RISMA), serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Husen mengatakan, apabila imbauan tersebut tidak diindahkan, pemangku adat dapat mengambil langkah sesuai mekanisme adat yang berlaku, dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum nasional.

“Yang kita jaga bukan hanya pertunjukannya, tetapi juga marwah daerah, nilai budaya dan masa depan generasi muda,” tegasnya.

FKPA berharap persoalan tersebut dapat menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk membangun ruang seni dan hiburan yang kreatif, sekaligus tetap menghormati adat, agama, budaya, serta norma kesopanan masyarakat Sulawesi Tengah.

Penulis : Anjasman

Editor : SN palu

Sumber Berita: Liputan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel suaranusantarapalu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basarnas Palu dan Pemkab Tolitoli Perkuat Sinergi Penanganan Kondisi Darurat
HPA Mulai Gerakkan Roda Organisasi, Peserta ToT dan PKN Disiapkan Jadi Kader
GARUDA SULTENG: Kaderisasi Pemuda Jadi Investasi Penting Menuju Indonesia Emas 2026.
Tiga Terduga Pelaku Curat di Ujuna Dibekuk Tim Gabungan Polsek Palu Barat dan Resmob Tadulako
Harkopnas ke-79 di Sulteng Dorong Revitalisasi Koperasi Desa dan Kelurahan
Bertahun-tahun Menanti, Revitalisasi SD Inpres Maku Hadirkan Harapan Baru bagi Siswa Pascagempa
PETI di Desa Karya Mandiri Disorot, Warga Minta Bekas Galian Dipulihkan
Danrem 132/Tadulako Sambangi Banggai Laut, Sinergi TNI-Pemda Diperkuat
Berita ini 221 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 18 September 2026 - 15:28 WIB

Basarnas Palu dan Pemkab Tolitoli Perkuat Sinergi Penanganan Kondisi Darurat

Friday, 18 September 2026 - 14:54 WIB

HPA Mulai Gerakkan Roda Organisasi, Peserta ToT dan PKN Disiapkan Jadi Kader

Friday, 18 September 2026 - 14:06 WIB

GARUDA SULTENG: Kaderisasi Pemuda Jadi Investasi Penting Menuju Indonesia Emas 2026.

Friday, 18 September 2026 - 00:10 WIB

Tiga Terduga Pelaku Curat di Ujuna Dibekuk Tim Gabungan Polsek Palu Barat dan Resmob Tadulako

Thursday, 17 September 2026 - 11:53 WIB

Harkopnas ke-79 di Sulteng Dorong Revitalisasi Koperasi Desa dan Kelurahan

Berita Terbaru