SIGI, SUARA NUSANTARA PALU.COM — Setelah bertahun-tahun menjalani proses belajar di tengah kondisi sejumlah bangunan yang membutuhkan pembenahan, keluarga besar SD Inpres Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, kini mendapat angin segar.
Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sarana dan prasarana pendidikan di sekolah tersebut mulai mendapatkan perhatian untuk dibenahi.
Program yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dan dikelola melalui P2SP itu menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak, aman dan mendukung kegiatan belajar mengajar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi SD Inpres Maku, pembenahan tersebut memiliki arti lebih dari sekadar pembangunan fisik. Kondisi sejumlah bangunan sekolah selama ini menjadi perhatian pihak sekolah, terlebih setelah wilayah Sulawesi Tengah diguncang gempa bumi pada 2018.
Kepala SD Inpres Maku menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah terhadap kondisi sekolah yang dipimpinnya.
Menurutnya, revitalisasi menjadi kebutuhan penting karena terdapat sejumlah bagian bangunan yang kondisinya telah memerlukan penanganan agar aktivitas pendidikan dapat berlangsung secara optimal.
«“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan, karena sekolah kami mendapatkan bantuan melalui program revitalisasi ini. Kondisi beberapa gedung memang sudah cukup memprihatinkan, terlebih setelah gempa tahun 2018,” ungkapnya.»
Ia berharap pelaksanaan program tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan perubahan nyata terhadap lingkungan sekolah.
Sebab, menurut pihak sekolah, ruang belajar yang layak bukan hanya memberikan kenyamanan bagi siswa dan guru, tetapi juga menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan suasana pendidikan yang kondusif.
«“Dengan adanya bantuan ini, kami sangat terbantu. Mudah-mudahan proses revitalisasi dapat berjalan dengan baik sehingga kegiatan belajar mengajar ke depan bisa berlangsung lebih lancar, nyaman dan tentunya lebih aman bagi anak-anak,” ujarnya.»
Bagi anak-anak SD Inpres Maku, sekolah merupakan bagian penting dari kehidupan mereka. Di tempat inilah mereka belajar membaca dan menulis, mengenal berbagai ilmu pengetahuan, bermain bersama teman, sekaligus membangun karakter dan mengejar cita-cita.
Karena itu, pembenahan fasilitas sekolah diharapkan dapat memberikan suasana baru bagi para siswa dalam menjalani aktivitas pendidikan sehari-hari.
Revitalisasi juga menjadi momentum untuk menata kembali lingkungan sekolah setelah persoalan infrastruktur yang muncul pascabencana.
Pihak sekolah berharap perhatian terhadap fasilitas pendidikan tidak berhenti pada satu program saja. Kebutuhan sarana dan prasarana lainnya yang masih memerlukan pembenahan diharapkan dapat menjadi perhatian secara bertahap.
Pada akhirnya, pembangunan di SD Inpres Maku bukan hanya tentang memperbaiki dinding, ruang kelas maupun fasilitas sekolah.
Di balik revitalisasi tersebut tersimpan harapan sederhana dari para guru, siswa dan orang tua: anak-anak dapat belajar dengan tenang di sekolah yang layak, aman dan nyaman, serta memiliki ruang yang lebih baik untuk menjemput masa depan.
Penulis : Redaksi Anjasman
Editor : SN-PALU
Sumber Berita: Liputan
















