PALU, SUARA NUSANTARA PALU.com — Penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu pekerjaan penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Hal tersebut turut menjadi perhatian Garda Pemuda Tadulako Sulawesi Tengah (GARUDA SULTENG) melalui kehadirannya pada pembukaan Training of Trainers (ToT) dan Pelatihan Kader Nasional (PKN) yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Himpunan Pemuda Alkhairaat (PP HPA), Jumat (18/9/2026).
Agenda kaderisasi tersebut mengusung tema “Quo Vadis Alkhairaat”, yang menitikberatkan pada penguatan kader, penyiapan generasi penerus, serta harapan pengabdian Alkhairaat menuju satu abad dan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Bagi GARUDA SULTENG, forum tersebut bukan hanya menjadi ruang pembelajaran bagi para peserta, tetapi juga momentum memperkuat komunikasi dan sinergi kelompok kepemudaan di Sulawesi Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran GARUDA SULTENG sekaligus menunjukkan perhatian organisasi terhadap pentingnya kaderisasi yang mampu menjawab kebutuhan zaman. Generasi muda dinilai perlu dibekali tidak hanya dengan kemampuan organisasi, tetapi juga wawasan, kepemimpinan, karakter dan semangat pengabdian.

«“Kami mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan ToT dan PKN yang diselenggarakan PP Himpunan Pemuda Alkhairaat. Bagi kami, kaderisasi merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kapasitas dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” katanya.»
Ia menilai, perkembangan zaman menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi organisasi kepemudaan. Oleh karena itu, keberadaan kader yang memiliki kemampuan berpikir, karakter serta kepedulian menjadi kebutuhan sosial yang tidak dapat diabaikan.
Organisasi kepemudaan diharapkan tidak berhenti pada aktivitas internal maupun penguatan struktur, tetapi mampu melahirkan gagasan dan gerakan yang memberikan manfaat lebih luas.
“Organisasi harus menjadi ruang untuk membentuk manusia yang mampu berpikir dan bertindak. Kemajuan peradaban bukan semata-mata dilihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas manusia dan nilai-nilai yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Menurutnya, semangat membangun generasi berkualitas membutuhkan keterlibatan berbagai elemen. Oleh karena itu, komunikasi dan kolaborasi antara organisasi kepemudaan perlu terus dibangun agar energi generasi muda dapat diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang produktif dan konstruktif.
GARUDA SULTENG juga menyatakan kesiapannya untuk terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai organisasi kepemudaan, termasuk HPA, dalam mendorong peningkatan kapasitas pemuda di Sulawesi Tengah.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama melahirkan kader muda yang tidak hanya memiliki daya saing, tetapi juga menjunjung nilai integritas, kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan semangat kaderisasi yang berkelanjutan, GARUDA SULTENG memandang generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah dan bangsa, khususnya dalam menyongsong target Indonesia Emas 2045.
Penulis : Redaksi Anjasman
Editor : SN-PALU
Sumber Berita: Liputan
















