DONGGALA, SUARA NUSANTARA PALU— Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Alindau, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, terus dilakukan secara terpadu. Tim gabungan dari unsur TNI, pemerintah daerah, kepolisian dan masyarakat berhasil mengendalikan tiga titik api yang terpantau di wilayah tersebut.
Penanganan Karhutla yang berlangsung hingga Kamis (20/8/2026) itu dilakukan menyusul adanya kebakaran yang diperkirakan melanda lahan sekitar 10 hektare. Kondisi tersebut mendapat perhatian serius karena api berpotensi meluas apabila tidak segera dikendalikan.
Langkah awal dilakukan personel Yonif TP 873/MM dengan melakukan pemantauan udara menggunakan drone sejak pukul 06.03 WITA. Dari hasil pemantauan, terdeteksi tiga titik api, yakni dua titik berada di Dusun II dan satu titik lainnya di Dusun VI.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah dilakukan pengecekan kesiapan personel, tim gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Dua titik api berhasil ditangani hingga padam, sedangkan satu titik lainnya masih menunjukkan aktivitas api dan terus dilakukan penyisiran serta pemadaman.
Penanganan kemudian dilanjutkan pada sore hari dengan melibatkan personel Kodim 1306/KP, Yonif TP 873/MM dan Brigif TP 30/KN. Tim kembali diarahkan ke lokasi titik api yang belum sepenuhnya terkendali.

Berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat, api akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas juga melakukan pengecekan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Sebanyak 169 orang dikerahkan dalam operasi tersebut. Kekuatan itu terdiri dari 87 personel TNI, 14 personel BPBD, 14 personel pemadam kebakaran, empat personel Polsek Sindue serta 50 warga yang turut membantu proses penanganan di lapangan.
Operasi pemadaman turut didukung kendaraan pemadam kebakaran milik TNI dan Pemerintah Kabupaten Donggala serta sejumlah peralatan pendukung, termasuk pompa punggung.
Kodam XXIII/Palaka Wira menekankan bahwa penanganan Karhutla tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi wilayah benar-benar aman dan tidak kembali muncul titik api.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, kepolisian dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman Karhutla, terutama di wilayah yang memiliki potensi kebakaran cukup tinggi.
Dengan seluruh titik api di Desa Alindau berhasil dikendalikan, personel yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing setelah memastikan situasi di lokasi dalam kondisi aman.
Kodam XXIII/Palaka Wira juga menyatakan kesiapan untuk terus mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat melalui koordinasi lintas instansi serta pelibatan masyarakat.
Suara Nusantara Palu — Berita Berimbang, Akurat dan Terpercaya.
Penulis : Anjasman/Redaksi
Editor : SN PALU
Sumber Berita: Humas Kodam
















