SIGI, SUARA NUSANTARA PALU — Kepedulian pemerintah terhadap kondisi Eza Ramadhan (18), warga Desa Rarampadende, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, terus ditunjukkan. Camat Dolo Barat Ali Nurdin, S.Sos., bersama Kepala Puskesmas Kaleke Sitti Hajar, S.ST., MKM., didampingi Kepala Desa Rarampadende Luksin, mengunjungi kediaman Eza pada Rabu (26/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi Eza yang telah mengalami patah tulang selama kurang lebih tujuh bulan setelah menjadi korban kecelakaan lalu lintas.
Kondisi Eza menjadi perhatian karena cedera yang dialaminya cukup serius dan membuat aktivitas sehari-harinya hingga kini masih terbatas. Pemuda berusia 18 tahun tersebut diketahui pernah menjadi anggota Paskibra Kecamatan Dolo Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kunjungan itu, Camat Dolo Barat, Kepala Puskesmas Kaleke dan Kepala Desa Rarampadende berdialog langsung dengan Eza dan keluarganya guna mengetahui kondisi terkini serta kebutuhan yang diperlukan dalam proses pemulihan.
Kepala Puskesmas Kaleke, Sitti Hajar, S.ST., MKM., menyampaikan bahwa kondisi Eza bukan merupakan masalah yang baru diketahui oleh pihak pelayanan kesehatan.
Menurutnya, setelah mengalami kecelakaan, Eza sebelumnya telah mendapatkan penanganan, termasuk menjalani perawatan di rumah sakit dan mendapat perhatian dari pihak Puskesmas.
Namun karena kondisi patah tulang yang dialami cukup parah, proses penyembuhan tidak dapat berlangsung secara cepat.
“Eza memang sebelumnya sudah pernah kami tangani saat mengalami kecelakaan. Saat itu Eza juga mendapatkan perawatan di rumah sakit dan dari pihak Puskesmas.Tetapi karena kondisi patah tulangnya cukup parah, tentu tidak serta-merta bisa langsung sembuh. Ini membutuhkan penanganan yang serius dan proses pemulihan yang cukup lama,” ujar Sitti Hajar.
Ia menjelaskan, proses pemulihan pasien dengan cedera berat memerlukan perhatian dan pemantauan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pihak Puskesmas Kaleke akan melihat kembali kondisi kesehatan Eza secara menyeluruh untuk mengetahui kebutuhan penanganan selanjutnya.

“Kami dari Puskesmas Kaleke akan mencatat dan menangani kondisi keluarga ini secara serius. Kami akan melihat langsung kondisi kesehatan Eza maupun ibu, kemudian melakukan langkah-langkah medis sesuai kebutuhan,” katanya.
Sitti Hajar menambahkan, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Eza memerlukan penanganan lebih lanjut, pihak Puskesmas akan melakukan koordinasi dengan fasilitas kesehatan maupun instansi terkait, termasuk kemungkinan rujukan ke rumah sakit.
“Kalau memang diperlukan penanganan lebih lanjut atau rujukan ke rumah sakit, tentu akan kami koordinasikan dengan pihak terkait. Kami tidak ingin masyarakat yang pelayanan membutuhkan rasa kesehatannya sendiri, apalagi dalam kondisi keterbatasan seperti yang dialami keluarga ini,” ungkapnya.
Di tengah proses pemulihan Eza, keluarga tersebut juga menghadapi cobaan lain.
Ibunya, Parlia (60), yang selama ini menjadi salah satu tumpuan ekonomi keluarga dengan berjualan nasi kuning, kini juga sedang mengalami sakit dan lebih banyak beristirahat di rumah.
Sementara ayah Eza, Asrudin (69), yang telah lanjut usia dan tidak lagi mampu bekerja seperti sebelumnya, tetap berusaha mengurus anak dan istrinya dengan segala keterbatasan yang ada.
Kondisi tersebut membuat perhatian pemerintah tidak hanya ditujukan kepada Eza, namun juga terhadap kondisi kesehatan dan sosial keluarganya secara keseluruhan.
Pihak Puskesmas Kaleke berencana melihat kondisi kesehatan ibu Eza memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan keluarga tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi dan kewenangan yang ada.
Sementara itu, Camat Dolo Barat Ali Nurdin, S.Sos., menyampaikannya terhadap kondisi keluarga Eza.
Menurut Ali Nurdin, pemerintah kecamatan bersama Pemerintah Desa Rarampadende dan Puskesmas Kaleke akan terus berkoordinasi agar kondisi kesehatan Eza maupun ibunya dapat mendapatkan perhatian dan tindak lanjut.
Penulis : Anjasman/Redaksi
Editor : SN-PALU
Sumber Berita: Liputan
















