BANDUNG, SUARA NUSANTARA PALU — Kontingen Persatuan Akurasi Bilah dan Kapak Indonesia (PABKI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dalam Open Turnamen Nasional PABKI 2026 yang digelar di Kiara Artha Park, Bandung, Jawa Barat, 29–30 Agustus 2026.
Kejuaraan tersebut menjadi ajang perdana tingkat nasional yang diselenggarakan Pengurus Pusat PABKI. Kompetisi berlangsung kompetitif dengan melibatkan sekitar 250 peserta yang berasal dari 15 provinsi di Indonesia.
Sulawesi Tengah sendiri mengirimkan 20 pegiat untuk ambil bagian dalam sejumlah nomor pertandingan. Meski tergolong sebagai organisasi olahraga yang masih baru di daerah, kontingen Sulteng mampu menunjukkan daya saing dan membawa pulang sejumlah penghargaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prestasi terbaik Sulteng salah satunya terlihat pada nomor putri, khususnya kategori usia 13–17 tahun atau KU 1.
Pada kelas Full Spin Putri KU 1, pegiat Sulteng berhasil mengamankan posisi Juara I, Juara II, Harapan I dan Harapan II. Sementara pada kelas Full Spin Putra KU 1, kontingen Sulteng meraih Juara Harapan III.
Prestasi juga ditorehkan pada kelompok usia 18–30 tahun atau KU 2. Pada nomor Full Spin Putri KU 2, atlet Sulteng berhasil meraih Juara Harapan I dan Harapan III.
Sedangkan pada nomor Kapak Putri KU 2, kontingen Sulteng kembali menambah dua penghargaan, masing-masing Juara Harapan I dan Juara Harapan II.
Dalam kejuaraan tersebut, peserta dibagi berdasarkan kelompok usia, yakni KU 1 usia 13–17 tahun, KU 2 usia 18–30 tahun, KU 3 usia 30–50 tahun, serta KU 4 usia 51–75 tahun.
Sementara nomor pertandingan meliputi kelas Full Spin, Half/No Spin dan Kapak yang terbagi dalam kategori putra dan putri.
Ketua Pengprov PABKI Sulawesi Tengah, Syamsir Abubakar Ali, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegiat yang telah memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti kompetisi nasional tersebut.
Menurut Syamsir, capaian yang diperoleh kontingen Sulteng bukan sesuatu yang mudah. Para peserta harus bersaing dengan pegiat dari berbagai daerah yang telah memiliki pengalaman panjang dalam olahraga lempar bilah dan kapak.
«“Ini menjadi kebanggaan bagi kontingen PABKI Sulteng. Melihat hasil yang diperoleh, tentu bukan sesuatu yang mudah karena para pegiat dari berbagai daerah sudah memiliki pengalaman yang luar biasa. Namun, pegiat dari Sulteng mampu bersaing secara maksimal,” ujarnya.»
Ia mengatakan, PABKI Sulteng masih tergolong organisasi olahraga baru di Sulawesi Tengah. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para pengurus dan pegiat untuk terus mengembangkan olahraga akurasi bilah dan kapak di daerah.
Syamsir menilai, hasil yang diraih di Bandung menjadi modal penting untuk meningkatkan pembinaan dan kualitas para pegiat PABKI Sulteng ke depan.
«“Tentunya menjadi kebanggaan tersendiri. PABKI Sulteng merupakan organisasi yang baru, tetapi dengan semangat membangun organisasi dan latihan yang intensif, para pegiat mampu mendapatkan hasil yang luar biasa,” katanya.»
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Sulawesi Tengah memiliki potensi besar dalam cabang olahraga ketepatan lempar bilah dan kapak. Potensi tersebut, menurutnya, perlu terus dibina agar mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi di tingkat nasional.
«“Dengan kekuatan 20 pegiat, kami datang dengan tekad kuat dan pulang membawa kebanggaan. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras para atlet serta dukungan penuh dari pengurus dan masyarakat Sulawesi Tengah,” pungkasnya.»
Capaian di Open Turnamen Nasional PABKI 2026 Bandung tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi PABKI Sulteng untuk meningkatkan program latihan, pembinaan atlet, sekaligus memperluas pengembangan olahraga akurasi bilah dan kapak di Sulawesi Tengah.
Penulis : Muhammad Riyan Saputra
Editor : SN-PALU
Sumber Berita: Liputan
















