SIGI,6/9/2026, SUARA NUSANTARA PALU — Persoalan sampah di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, tidak hanya pemerintah. Peran masyarakat dan pemerintah desa dinilai sangat penting dalam mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sigi, Heru Murtanto, S.Pd., saat dikonfirmasi pada Kamis, 3 September 2026.
Heru mengatakan, kondisi geografis Kabupaten Sigi yang memiliki wilayah cukup luas menjadi salah satu tantangan dalam memberikan pelayanan pengelolaan sampah, terutama dalam menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan pelayanan pengangkutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain persoalan jangkauan, efisiensi anggaran juga turut berpengaruh terhadap pelaksanaan sejumlah program dan kegiatan DLH, termasuk dukungan tenaga operasional pengangkutan sampah.
Menurutnya, tenaga yang terlibat dalam kegiatan pengangkutan, seperti sopir dan kernet, saat ini harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Sementara pada tahun-tahun sebelumnya, DLH masih dapat mengoptimalkan tenaga melalui pola kemitraan maupun kegiatan kebersihan yang dilakukan secara berkala di sejumlah wilayah.
“Dengan keterbatasan jangkauan dan sumber daya yang ada, pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat dan pemerintah desa sangat diperlukan untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Heru.
Ia menjelaskan, persoalan sampah harus diatasi mulai dari kesadaran masyarakat. Sampah rumah tangga maupun sampah dari aktivitas lainnya diharapkan tidak dibuang sembarangan, melainkan ditempatkan pada lokasi yang telah ditentukan sesuai tata kelola persampahan.
Sejumlah titik masih menjadi perhatian pemerintah, di antaranya kawasan Desa Sunju, sekitar Jembatan Kasubi, dan wilayah Desa Kalukubula.
Di beberapa lokasi tersebut, masih ditemukan masyarakat yang membuang sampah meskipun sebelumnya telah mendapatkan imbauan dari pemerintah desa maupun instansi terkait.
Karena itu, Heru berharap pemerintah desa bersama masyarakat dapat terus membangun kesadaran dan melakukan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Heru juga menilai program Pemerintah Kabupaten Sigi, “Pakagali Pakagaya Ngata”, dapat menjadi salah satu momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Menurutnya, semangat menjaga kebersihan tidak seharusnya hanya terlihat ketika ada kegiatan atau perlombaan, tetapi harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Membuang sampah pada tempatnya, mengurangi sampah dari sumbernya, memilah sampah rumah tangga, serta mengurangi penggunaan barang sekali pakai merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat.
Selain persoalan pengangkutan, DLH Kabupaten Sigi juga mendorong masyarakat untuk melakukan inovasi dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Heru mengajak masyarakat untuk kembali melihat berbagai kearifan lokal yang pernah diterapkan generasi terdahulu dan dinilai lebih ramah terhadap lingkungan.
Salah satunya adalah pemanfaatan daun pandan hutan sebagai wadah atau pembungkus ketika berbelanja di pasar.
Menurut Heru, kearifan lokal tersebut dapat menjadi inspirasi untuk mengurangi ketergantungan terhadap kantong plastik, tentunya dengan menyesuaikan penggunaannya terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Pengurangan sampah plastik bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Masyarakat juga bisa mengambil peran dari rumah masing-masing dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” jelasnya.
Ia menambahkan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dalam waktu singkat. Dibutuhkan komitmen dan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, pelaku usaha, serta masyarakat.
Dengan luas wilayah Kabupaten Sigi dan keterbatasan sumber daya dalam pelayanan persampahan, kolaborasi seluruh pihak dinilai menjadi kunci agar upaya menjaga kebersihan lingkungan dapat berjalan secara maksimal.
“Kalau semua pihak ikut mengambil bagian, persoalan sampah bisa kita tangani secara bertahap.kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi tanggung jawab kita bersama pungkasnya.
Penulis : Anjasman/Redaksi
Editor : SN-PALU
Sumber Berita: Liputan
















