PALU, SUARA NUSANTARA PALU.COM — Himpunan Pemuda Alkhairaat (HPA) mulai memperkuat kembali peran organisasi melalui pembinaan kader dan pengembangan kelembagaan. Langkah tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Training of Trainers (ToT) dan Pendidikan Kader Nasional (PKN) Angkatan Pertama.
Ketua HPA Ashar mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari momentum untuk menghidupkan kembali roda organisasi agar ke depan dapat bergerak lebih aktif dan memberikan kontribusi nyata bagi Alkhairaat.
Menurutnya, HPA kini mulai menyiapkan sejumlah langkah organisasi dengan melibatkan kader-kader yang memiliki kesiapan untuk menjalankan berbagai program dan tanggung jawab kelembagaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kali ini, HPA sudah bangun dan akan bekerja menjalankan roda organisasi yang lebih agresif memberikan kontribusi,” kata Ashar.
Ia menjelaskan, ToT dan PKN tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan peningkatan kapasitas, tetapi juga menjadi sarana menyiapkan kader yang nantinya dapat mengambil peran dalam perjalanan organisasi.
Para peserta ToT dan PKN Angkatan Pertama juga diproyeksikan terlibat langsung dalam agenda besar HPA, termasuk persiapan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) HPA.
“Peserta ToT dan PKN ini akan menjadi panitia inti Munas HPA mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) Alkhairaat Jamaludin Mariajang saat membuka kegiatan menegaskan bahwa pembinaan kader merupakan bagian penting dari proses penguatan organisasi.
Ia menyebut ToT dan PKN menjadi salah satu bentuk pembenahan yang dilakukan untuk memperkuat sumber daya manusia sekaligus membangun kelembagaan Alkhairaat secara berkelanjutan.
Jamaludin juga menegaskan bahwa Alkhairaat saat ini telah memiliki badan hukum sebagai organisasi keagamaan tingkat nasional. Karena itu, menurutnya, keberadaan Alkhairaat beserta lembaga dan institusi yang berada di dalamnya memiliki landasan kelembagaan yang jelas.
“Alkhairaat sudah berbadan hukum dan semua lembaga dan institusi di dalamnya. Tidak ada lagi yang perlu diragukan mengenai keberadaan lembaga ini,” kata Jamaludin.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan para kader agar memahami sejarah, nilai, serta cita-cita yang menjadi dasar berdirinya Alkhairaat. Menurutnya, perjalanan Alkhairaat tidak dapat dilepaskan dari sosok pendirinya, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau yang lebih dikenal dengan sebutan Guru Tua.
Jamaludin menjelaskan, perjuangan Guru Tua dalam membangun Alkhairaat berangkat dari misi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan ketakwaan. Nilai tersebut kemudian diwujudkan melalui berbagai kegiatan pendidikan, dakwah, dan pengabdian untuk kepentingan agama serta bangsa.
“Ketika kita menyebut Alkhairaat itu nyata. Alkhairaat adalah pendirinya, Sayyid Idrus bin Aljufri atau Guru Tua,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh potensi dan energi Guru Tua pada masanya diarahkan untuk membangun Alkhairaat sekaligus memberikan manfaat bagi agama dan bangsa dengan berpedoman pada sunnah Nabi Muhammad SAW.
“Inilah Alkhairaat yang utuh. Guru Tua itulah fakta dan nyata Alkhairaat. Seluruh energi Guru Tua disumbangkan untuk Alkhairaat, agama, dan bangsa, mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW,” tutur Jamaludin.
Melalui pelaksanaan ToT dan PKN tersebut, HPA diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang memahami nilai perjuangan Guru Tua sekaligus memiliki kapasitas untuk melanjutkan kontribusi organisasi di tengah perkembangan zaman.
Penguatan kaderisasi tersebut juga menjadi bagian dari persiapan HPA menghadapi agenda organisasi ke depan, termasuk pelaksanaan Munas yang akan melibatkan kader-kader hasil pembinaan sebagai bagian dari kepanitiaan.
Penulis : Redaksi Anjasman
Editor : SN-PALU
Sumber Berita: Liputan
















