Harga Lombok Tembus Rp150 Ribu per Kilogram di Sigi, Ibu Rumah Tangga Menjerit, Pedagang Pun Serba Sulit

- Penulis

Monday, 12 October 2026 - 03:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131074

Oplus_131074

SIGI – SUARA NUSANTARA PALU.COM – Lonjakan harga lombok atau cabai hingga Rp150 ribu per kilogram di Pasar Mingguan Desa Bobo, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, membuat masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dari kalangan ekonomi bawah, semakin kesulitan memenuhi kebutuhan dapur.

Pada Senin, 12 Oktober 2026, sejumlah pengunjung pasar mengaku terkejut mengetahui harga lombok yang sebelumnya berkisar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram kini melonjak hingga Rp150 ribu per kilogram.

Kenaikan tersebut menjadi beban tersendiri bagi keluarga yang harus mengatur uang belanja dengan penghasilan terbatas. Di tengah mahalnya Lombok, harga tomat dan kebutuhan dapur lainnya juga menjadi perhatian masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi ibu rumah tangga, kondisi ini bukan sekadar persoalan naiknya angka di pasar. Ada kebutuhan keluarga yang harus tetap terpenuhi, mulai dari beras, minyak goreng, telur, ikan, hingga keperluan anak-anak.

Namun, di balik keluhan pembeli, para pedagang juga mengaku menghadapi situasi yang tidak mudah. Mereka harus membeli lombok dari pemasok dengan harga tinggi sebelum menjualnya kembali kepada konsumen.

Foto: Anjasman

Seorang ibu rumah tangga asal Desa Rarampadende yang ditemui awak media mengungkapkan keresahannya. Ia meminta namanya tidak dipublikasikan, tetapi berharap keluhan masyarakat kecil dapat menjadi perhatian pihak terkait.

Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan dapur membuat para ibu semakin kesulitan membagi uang belanja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Uang belanja tidak bertambah, tapi harga kebutuhan dapur terus naik. Mau beli lombok, harganya mahal. Mau mengurangi belanja, keluarga tetap harus makan. Belum lagi beras, minyak goreng, telur, ikan, dan kebutuhan anak-anak yang semuanya harus berpikir,” ungkapnya.

Ia mengaku terkadang hanya bisa menarik napas panjang sambil menghitung sisa uang yang masih ada di tangan.

“Bukan karena kami tidak pandai mengatur keuangan, tetapi harga kebutuhan semakin tinggi, sementara penghasilan keluarga tentu saja tidak ikut bertambah,” lanjutnya.

Baginya, menghemat pengeluaran bukan berarti kebutuhan keluarga bisa dihilangkan begitu saja. Setiap hari, seorang ibu tetap harus memastikan makanan tersedia di meja makan, meskipun uang belanja semakin terbatas.

“Kami tidak meminta hidup mewah. Kami hanya ingin dapur tetap mengepul, anak-anak bisa makan dengan layak, dan uang belanja cukup sampai akhir bulan,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah dan instansi terkait memberikan perhatian terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok agar masyarakat kecil tidak semakin terbebani.

Foto: Anjasman

Di sisi lain, para pedagang di pasar juga memahami keresahan ibu rumah tangga. Mereka menyadari bahwa harga lombok yang mencapai Rp150 ribu per kilogram sangat memberatkan pembeli, terutama masyarakat dengan penghasilan pas-pasan.

Namun, menurut keterangan pedagang, tingginya harga jual juga dipengaruhi oleh harga pembelian dari pemasok yang sudah mahal.

“Kami sebagai pedagang memahami keluhan ibu-ibu rumah tangga. Harga lombok Rp150 ribu per kilogram tentu sangat memberatkan.Tetapi perlu dipahami juga, kami pedagang bukan berarti senang melihat harga mahal. Kami juga harus membeli lombok dengan harga tinggi dari pemasok. Jadi, kalau harga jual ikut naik, itu karena harga modalnya juga sudah tinggi,” ungkap seorang pedagang.

Ia menegaskan, pedagang juga berharap harga lombok segera kembali normal agar pembeli dapat berbelanja lebih leluasa dan aktivitas perdagangan berjalan lancar.

“Percayalah, kami pun ingin harga kembali normal agar pembeli tidak mengeluh dan dagangan kami tetap laku. Sebab, bagi kami, pelanggan bukan sekadar pembeli, tetapi orang-orang yang selama ini menjadi bagian dari usaha kami,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga kepercayaan pelanggan merupakan hal penting dalam menjalankan usaha. Oleh karena itu, meskipun harga sedang mahal, pedagang tetap berupaya menyediakan barang bagi pelanggan setianya.

Baca Juga:  Polres Sigi Amankan Pria di Karawana, Enam Paket Diduga Sabu Disita

“Mahal pun kami tetap berusaha menyediakan barang untuk pelanggan setia kami. Kami tidak ingin kehilangan kepercayaan mereka hanya karena harga sedang naik. Ibu rumah tangga ingin membeli dengan harga murah, pedagang juga ingin menjual dengan harga terjangkau. Namun, ketika harga dari pemasok sudah tinggi, kami pun berada dalam posisi yang serba sulit,” tambahnya.

Situasi tersebut menampilkan bahwa harga tidak hanya dirasakan pembeli, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas penjualan beli di pasar.

Ketika harga semakin tinggi, daya beli masyarakat berpotensi menurun. Sementara itu, pedagang juga menghadapi risiko barang dagangan tidak terjual sebanyak biasanya karena pembeli harus membatasi pengeluaran.

Anjasman Ajak Masyarakat Tidak Saling Menyalahkan

Menangapi kondisi tersebut, Pimpinan Redaksi Suara Nusantara Palu.com, Anjasman, mengajak masyarakat untuk melihat persoalan kenaikan harga lombok secara bijaksana dan tidak terburu-buru menyalahkan satu sama lain.

Menurutnya, ibu rumah tangga dan pedagang sama-sama memiliki perjuangan masing-masing. Ibu rumah tangga berjuang mencukupkan uang belanja untuk keluarga, sedangkan pedagang berusaha mempertahankan usaha dan mencari nafkah di tengah tingginya harga barang dari pemasok.

“Jangan saling menyalahkan. Ibu-ibu sedang berjuang mengatur uang belanja, sementara pedagang juga berjuang mempertahankan usahanya. Kita harus memahami bahwa dalam kondisi seperti ini, kedua belah pihak sama-sama menghadapi kesulitan,” ujar Anjasman.

Ia menilai, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama pemerintah dan instansi terkait, agar perkembangan harga kebutuhan pokok dapat diwaspadai dan penyebab kenaikannya bisa ditelusuri.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan harga yang terjangkau, sementara pedagang juga membutuhkan kestabilan harga agar usaha mereka tetap berjalan.

Oleh karena itu, ia berharap ada langkah nyata untuk menjaga ketersediaan pasokan dan memperbaiki kelancaran distribusi apabila ditemukan kendala yang mempengaruhi harga di tingkat pasar.

“Semoga harga lombok segera turun, pembeli bisa kembali berbelanja dengan tenang, dan pedagang pun bisa mencari rezeki dengan lancar,” harapnya.

Lombok Boleh Pedas, Jangan Sampai Hidup Rakyat Semakin Pahit

Anjasman juga menyampaikan pesan yang menggambarkan beratnya kehidupan masyarakat ketika harga kebutuhan pokok terus meningkat.

“Lombok boleh pedas di lidah, tapi jangan sampai harga yang melambung membuat hidup rakyat semakin terasa pahit.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik transaksi sederhana di pasar, ada kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi dan ada usaha kecil yang harus dipertahankan.

Seorang ibu ingin membawa pulang bahan makanan dengan harga terjangkau. Seorang pedagang ingin dagangannya laku agar dapat memenuhi kebutuhan keluarganya. Keduanya memiliki harapan yang sama, yakni mendapatkan rezeki dan menjalani kehidupan dengan lebih tenang.

Oleh karena itu, permasalahan kenaikan harga seharusnya tidak berhenti pada keluhan pembeli atau pembelaan pedagang. Diperlukan perhatian dan langkah konkret dari pihak terkait untuk mengetahui penyebab kenaikan serta mencari solusi yang dapat meringankan beban masyarakat.

Redaksi Suara Nusantara Palu.com berharap harga lombok dan kebutuhan pokok lainnya segera kembali terjangkau, sehingga daya beli masyarakat terjaga dan pedagang dapat menjalankan usahanya dengan lebih baik.

Pada akhirnya, kita semua sama-sama mencari rezeki untuk menghidupi keluarga.

Jangan sampai harga mahal membuat pembeli dan pedagang saling berhadapan, padahal keduanya sama-sama sedang berjuang untuk bertahan hidup.

Semoga Allah SWT memudahkan rezeki setiap keluarga, menguatkan hati para ibu rumah tangga, melancarkan usaha para pedagang, serta memberikan jalan keluar dari kesulitan yang sedang menghadang.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

SUARA NUSANTARA PALU.COM — Meyuarakan Keluhan Rakyat, Mengedepankan Kemanusiaan, dan Mengawal Harapan Masyarakat.

 

Penulis : Anjasman Pimred

Editor : Redaksi SN-PALU

Sumber Berita: Liputan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel suaranusantarapalu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danrem 132/Tadulako Turun Langsung Pimpin Lari 6K, Tanamkan Disiplin dan Kebersamaan Prajurit
Korem 132/Tadulako Gelar Upacara Bendera, Tanamkan Disiplin dan Semangat Nasionalisme Prajurit
Kapolres Donggala Turun ke Jalan, Pastikan Arus Lalu Lintas di Simpang Jembatan Guntur Tetap Lancar
Upacara Bendera di Makodam XXIII/Palaka Wira, Perkuat Disiplin dan Jiwa Nasionalisme Prajurit
Kapolres Donggala Tanamkan Kesadaran Hukum di SMPN 2 Banawa, Narkoba dan Bullying Jadi Sorotan
Wakapolres Sigi Turun Langsung Atur Arus Lalu Lintas di Kalukubula, Edukasi Pengendara Secara Humanis
Kapolres Sigi Sambangi SMA Negeri 8, Ingatkan Pelajar Bahaya Narkoba hingga Bullying
Harga BBM Pertamina 1 November 2026 Belum Berubah, Ini Daftar Harga di Sulawesi Tengah dan Seluruh Indonesia
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 3 November 2026 - 12:54 WIB

Danrem 132/Tadulako Turun Langsung Pimpin Lari 6K, Tanamkan Disiplin dan Kebersamaan Prajurit

Monday, 2 November 2026 - 10:34 WIB

Korem 132/Tadulako Gelar Upacara Bendera, Tanamkan Disiplin dan Semangat Nasionalisme Prajurit

Monday, 2 November 2026 - 10:25 WIB

Kapolres Donggala Turun ke Jalan, Pastikan Arus Lalu Lintas di Simpang Jembatan Guntur Tetap Lancar

Monday, 2 November 2026 - 09:54 WIB

Upacara Bendera di Makodam XXIII/Palaka Wira, Perkuat Disiplin dan Jiwa Nasionalisme Prajurit

Monday, 2 November 2026 - 08:23 WIB

Kapolres Donggala Tanamkan Kesadaran Hukum di SMPN 2 Banawa, Narkoba dan Bullying Jadi Sorotan

Berita Terbaru