BANGGAI – SUARA NUSANTARA PALU.COM – Kebakaran hebat yang terjadi pada dini hari, 17 September 2026, menghanguskan rumah sekaligus kios milik Kepala Desa Nipa Kalemoan, I Gusti Ngurah Putu Janji, di Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Peristiwa tersebut tidak hanya mengakibatkan bangunan dan barang berharga milik korban terbakar, tetapi juga menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
Berdasarkan keterangan korban yang diketahui pihak Polsek Bualemo, kebakaran mengakibatkan sejumlah dokumen penting dan surat berharga ikut dilalap api. Dokumen tersebut meliputi sertifikat tanah milik korban dan sejumlah anggota keluarga, bukti kepemilikan kendaraan bermotor, serta dokumen administrasi keluarga dan pendidikan.
Adapun dokumen yang dilaporkan terbakar antara lain enam sertifikat tanah atas nama I Gusti Ngurah Putu Janji, empat sertifikat atas nama I Gusti Ayu Eka Priyanto, serta masing-masing satu sertifikat atas nama I Gusti Ayu Sri Astuti, I Gusti Nyoman Rai, I Gusti Putra Yadnya, I Nengah Cawi, Wakidi, dan Ngalimun. Selain itu, terdapat dua sertifikat tanah atas nama Mersuri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah dokumen kendaraan juga ikut terbakar, yakni BPKB mobil Toyota Hilux bernomor polisi DN 8212 CO atas nama I Gusti Ayu Sri Astuti, BPKB Mitsubishi Pajero Sport bernomor polisi DN 1889 CY atas nama Usman R. Gandus, serta BPKB dan STNK sepeda motor bernomor polisi DN 6120 RJ atas nama I Gusti Ayu Sri Astuti.
Tidak hanya itu, dokumen perkawinan atas nama I Gusti Ngurah Putu Janji dan I Gusti Ayu Sri Astuti, akta kelahiran keduanya, serta ijazah SD, SMP, dan SMA milik I Gusti Ngurah Putu Janji juga melaporkan hangus terbakar.
Kapolsek Bualemo, IPTU Alwi Polii, menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Api pertama kali diketahui muncul dari bagian kios milik korban sekitar pukul 03.20 Wita, kemudian membesar hingga melahap bangunan beserta isinya.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Beruntung tidak ada jiwa korban dalam peristiwa tersebut,” ujar IPTU Alwi Polii.
Setelah menerima laporan masyarakat, personel Polsek Bualemo segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan awal, menyatukan situasi, serta membantu penanganan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas juga berkoordinasi dengan Camat Bualemo dan masyarakat setempat untuk memastikan situasi tetap kondusif. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam dan mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Pihak kepolisian mengingatkan sekaligus masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, khususnya yang bersumber dari instalasi listrik. Pemeriksaan kabel, stopkontak, dan peralatan elektronik secara berkala dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.
“Kami mengimbau masyarakat agar memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik dan tidak menggunakan peralatan listrik yang sudah tidak layak,” tambah IPTU Alwi Polii.
Besarnya kerugian yang dialami membuat korban berharap adanya perhatian dari pemerintah dan instansi terkait, terutama dalam membantu proses penanganan pascakebakaran serta membuka kemungkinan dukungan bantuan atau perlindungan asuransi terhadap kerugian yang dialami.
Di tengah musibah tersebut, I Gusti Ngurah Putu Janji menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai melalui Dinas Sosial yang telah memberikan bantuan awal kepada korban.
Bantuan berupa sembako dan kebutuhan lainnya disalurkan melalui Dinas Sosial yang dipimpin Kepala Dinas Hariadi Bola. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga korban dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah kehilangan tempat usaha dan sejumlah barang penting akibat kebakaran.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat menimbulkan dampak besar, tidak hanya terhadap bangunan dan harta benda, melainkan juga terhadap dokumen kepemilikan serta administrasi yang membutuhkan proses panjang untuk diterbitkan kembali.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab kebakaran masih mengacu pada dugaan awal korsleting listrik. Kerugian materiil korban ditaksir mencapai Rp1 miliar, sementara tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Penulis : Pimred Anjasman
Editor : Redaksi SN-PALU
Sumber Berita: Liputan
















