Kesaksian Nisa Sebelum Meninggal: Tahan Napas untuk Selamatkan Diri dan Anaknya

- Penulis

Friday, 7 August 2026 - 07:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALU – Suara Nusantara Palu.Com,Kesaksian terakhir Nisa, salah satu korban dalam tragedi berdarah yang menewaskan satu keluarga di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, kembali diungkap pihak keluarga.

Nisa yang sebelumnya mendapat perawatan intensif akibat luka berat, dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (6/8/2026). Kepergiannya menambah jumlah korban meninggal dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu malam, 26 Juli 2026, menjadi tiga orang.

Ketiga korban tersebut yakni Nisa, suaminya Jamil (32), serta anak laki-laki mereka yang masih berusia dua tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum meninggal dunia, Nisa sempat menceritakan kepada keluarganya mengenai upayanya bertahan hidup ketika mendapat serangan.

Berdasarkan penuturan keluarga, Nisa memilih berpura-pura tidak sadarkan diri dan menahan napas ketika pelaku diduga memeriksa kondisi tubuhnya. Cara tersebut dilakukan karena Nisa khawatir kembali diserang.

“Saya tahan napas agar dikira meninggal. Kalau saya tidak pura-pura pingsan, nanti dia tusuk lagi saya. Saya mau selamatkan anakku,” demikian kesaksian Nisa yang disampaikan kembali oleh pihak keluarga.

Keluarga menyebut Nisa bahkan sempat mengatakan bahwa orang yang diduga menyerangnya memeriksa kondisi pernapasannya hingga dua kali. Dalam kondisi tersebut, Nisa berusaha tetap diam agar pelaku mengira dirinya sudah tidak bernyawa.

Nisa juga disebut sempat menduga Jamil masih hidup karena melihat kondisi suaminya seperti tidak sadarkan diri. Namun, setelah kejadian berlalu, Nisa baru mengetahui bahwa suaminya telah meninggal dunia di lokasi.

Pernah Mengenal Terduga Pelaku

Keterangan lain disampaikan melalui unggahan akun Facebook Nur Fadilah Amrah. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa keluarga korban sebelumnya telah mengenal sosok yang diduga sebagai pelaku.

Menurut unggahan itu, orang tersebut pernah tinggal bertetangga dengan keluarga korban di kawasan Jalan Ketimun. Ia bahkan disebut pernah diasuh dan diperlakukan seperti bagian dari keluarga.

Baca Juga:  Kapolres Sigi Ajak Warga Perkuat Sinergi Lewat Gerakan Sigi Religi

Ketika beranjak dewasa, orang yang kini diduga terlibat dalam peristiwa tersebut juga disebut pernah mendapatkan pekerjaan dan fasilitas kendaraan operasional dari keluarga korban.

Namun, seluruh keterangan tersebut merupakan informasi yang disampaikan pihak keluarga dan masih menjadi bagian dari rangkaian fakta yang perlu didalami oleh aparat penegak hukum.

Anak Korban Disebut Telah Lama Dinantikan Keluarga

Dalam unggahan yang sama, Nur Fadilah Amrah turut menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya anak laki-laki berusia dua tahun yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Anak tersebut disebut sebagai cucu laki-laki pertama dalam keluarga Nisa yang telah lama dinantikan.

Pihak keluarga juga kembali mengungkap bahwa selain korban mengalami kekerasan, sejumlah barang milik korban berupa uang tunai dan telepon genggam diduga turut dibawa setelah kejadian.

Terduga Pelaku Masih Dicari

Sementara itu, hingga Jumat (7/8/2026), keberadaan Aan Kurniawan yang disebut sebagai terduga pelaku masih menjadi perhatian aparat dan keluarga korban.

Pihak keluarga berharap aparat kepolisian dapat segera menemukan dan menangkap yang bersangkutan untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Keluarga juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan Aan Kurniawan agar segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian karena tidak hanya mengakibatkan hilangnya tiga nyawa, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.

 

Penulis : Anjasman

Editor : Redaksi Suara Nusantara Palu.Com

Sumber Berita: Sisi Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel suaranusantarapalu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danrem 132/Tadulako Turun Langsung Pimpin Lari 6K, Tanamkan Disiplin dan Kebersamaan Prajurit
Korem 132/Tadulako Gelar Upacara Bendera, Tanamkan Disiplin dan Semangat Nasionalisme Prajurit
Kapolres Donggala Turun ke Jalan, Pastikan Arus Lalu Lintas di Simpang Jembatan Guntur Tetap Lancar
Upacara Bendera di Makodam XXIII/Palaka Wira, Perkuat Disiplin dan Jiwa Nasionalisme Prajurit
Kapolres Donggala Tanamkan Kesadaran Hukum di SMPN 2 Banawa, Narkoba dan Bullying Jadi Sorotan
Wakapolres Sigi Turun Langsung Atur Arus Lalu Lintas di Kalukubula, Edukasi Pengendara Secara Humanis
Kapolres Sigi Sambangi SMA Negeri 8, Ingatkan Pelajar Bahaya Narkoba hingga Bullying
Harga BBM Pertamina 1 November 2026 Belum Berubah, Ini Daftar Harga di Sulawesi Tengah dan Seluruh Indonesia
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 3 November 2026 - 12:54 WIB

Danrem 132/Tadulako Turun Langsung Pimpin Lari 6K, Tanamkan Disiplin dan Kebersamaan Prajurit

Monday, 2 November 2026 - 10:34 WIB

Korem 132/Tadulako Gelar Upacara Bendera, Tanamkan Disiplin dan Semangat Nasionalisme Prajurit

Monday, 2 November 2026 - 10:25 WIB

Kapolres Donggala Turun ke Jalan, Pastikan Arus Lalu Lintas di Simpang Jembatan Guntur Tetap Lancar

Monday, 2 November 2026 - 09:54 WIB

Upacara Bendera di Makodam XXIII/Palaka Wira, Perkuat Disiplin dan Jiwa Nasionalisme Prajurit

Monday, 2 November 2026 - 08:23 WIB

Kapolres Donggala Tanamkan Kesadaran Hukum di SMPN 2 Banawa, Narkoba dan Bullying Jadi Sorotan

Berita Terbaru