SIGI – SUARA NUSANTARA PALU.COM – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan hutan lindung Puncak Ranindi, Desa Berdikari, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, terus dilakukan tim gabungan. Pada Kamis (22/10/2026), puluhan personel kembali diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api yang diperkirakan telah melalap sekitar 60 hektare kawasan hutan.
Proses pemadaman berlangsung tidak mudah. Selain menghadapi medan yang terjal, petugas juga harus menempuh perjalanan kaki selama kurang lebih tiga jam sambil membawa peralatan pemadaman untuk mencapai lokasi kebakaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim gabungan yang berjumlah 46 personel tersebut terdiri atas unsur Polres Sigi, Polsek Palolo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polisi Kehutanan (Polhut), Manggala Agni, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Operasi pemadaman dipimpin Kapolsek Palolo IPTU H. Damsir, didampingi Kasubbag Binops IPTU Robika A., S.H. Setelah menempuh perjalanan panjang, tim tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WITA dan segera melakukan upaya pemadaman pada sejumlah titik api.
Dalam prosesnya, petugas berhasil mengendalikan beberapa titik kebakaran. Namun, sebagian titik lainnya masih sulit dijangkau karena kondisi medan yang curam dan akses menuju lokasi yang terbatas.
Akses Sulit dan Sumber Air Menjadi Kendala
Kapolres Sigi melalui Kabag Ops AKP Musa, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa kondisi geografis kawasan menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya penanganan karhutla di Puncak Ranindi.
Jarak yang cukup jauh menuju titik kebakaran, terbatasnya sumber air, serta ketersediaan personel dan peralatan menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
Selain itu, kawasan hutan yang ditumbuhi pohon pinus dan cemara, disertai akar kayu serta tumpukan dedaunan kering, membuat api berpotensi merambat dengan cepat. Kondisi cuaca kemarau dan tiupan angin juga meningkatkan risiko meluasnya kebakaran, termasuk kemungkinan munculnya kembali bara api di area yang sebelumnya telah ditangani.
“Upaya pemadaman terus dilakukan secara bersama-sama. Namun, medan yang terjal, keterbatasan sumber air, dan peralatan menjadi tantangan bagi petugas di lapangan. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas, sehingga penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan risiko yang dihadapi,” ungkap AKP Musa.
Pemadaman Dilanjutkan Jumat
Setelah melaksanakan penanganan dan mengevaluasi kondisi di lokasi, tim gabungan memutuskan menghentikan sementara kegiatan pemadaman pada sore hari. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan keselamatan personel di tengah sulitnya medan dan berbagai kendala teknis yang dihadapi.
Melalui koordinasi antarpihak, operasi pemadaman dijadwalkan kembali berlanjut pada Jumat (23/10/2026). Tim berharap penanganan lanjutan dapat menjangkau titik-titik api yang belum berhasil dipadamkan serta mencegah kebakaran merambat ke bagian lain kawasan hutan lindung.
Kebakaran di Puncak Ranindi menjadi tantangan serius bagi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana tersebut. Sinergi petugas, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan terus terjaga agar upaya pengendalian api dapat berjalan optimal, sekaligus meminimalkan dampak kerusakan terhadap kawasan hutan dan lingkungan sekitarnya.
Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan, terutama selama musim kemarau, serta menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api di kawasan hutan dan lahan kering.
Penulis : Pimred Anjasman
Editor : SN-PALU
Sumber Berita: Humas polres SIGI
















