Semangat Persatuan Generasi Kaili Menggema, Seruan Menghidupkan Kembali Nilai-Nilai Tadulako di Sulawesi Tengah

- Penulis

Monday, 22 June 2026 - 06:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Palu,Suara Nusantara Palu,com, 20 Juni 2026 – Semangat persatuan dan kebangkitan generasi Kaili kembali menggema di Sulawesi Tengah. Melalui seruan yang disampaikan sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, dan pemerhati budaya, masyarakat Kaili di berbagai daerah diajak untuk mempererat kembali tali persaudaraan serta menghidupkan nilai-nilai luhur warisan leluhur yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Kaili.Dalam seruan tersebut, muncul refleksi mendalam mengenai makna dan eksistensi Tadulako di masa kini. Pada masa perjuangan melawan penjajahan, Tadulako dikenal sebagai sosok pemberani yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat, baik dari kalangan bangsawan maupun rakyat biasa, yang tampil membela tanah air, masyarakat, serta kehormatan daerahnya.”Siapa yang menobatkan mereka sebagai Tadulako? Mereka dikenang bukan karena jabatan, kedudukan, ataupun kekayaan, melainkan karena keberanian, pengorbanan, ketulusan, dan pengabdiannya kepada masyarakat,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam ajakan tersebut.Gerakan persatuan generasi Kaili ini ditegaskan bukan untuk kepentingan politik, bukan untuk membangun kultus individu, dan bukan pula untuk mengangkat seseorang menjadi tokoh yang harus dipuja. Sebaliknya, tujuan utamanya adalah mempererat kembali hubungan kekeluargaan dan persaudaraan yang dinilai mulai renggang di tengah masyarakat Kaili.”Persatuan bukan untuk ditakuti, dan kebersamaan bukan untuk dibanggakan secara berlebihan. Kita harus maju dan tumbuh bersama dengan bergandengan tangan, mendukung pemerintah, serta menjaga keseimbangan antara adat, agama, dan pemerintahan,” ujar salah seorang penggagas gerakan tersebut.Dalam budaya Kaili dikenal filosofi Tonda Talusi, yaitu tiga pilar utama kehidupan yang terdiri atas adat, agama, dan pemerintahan. Filosofi ini menjadi pedoman dalam menjaga keseimbangan sosial serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, berkeadilan, dan bermartabat.Seruan tersebut juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari krisis identitas, lunturnya nilai-nilai budaya, hingga pengaruh berbagai sistem dan kepentingan yang berpotensi mengikis jati diri masyarakat Kaili.Oleh karena itu, diperlukan lahirnya generasi muda yang berprinsip, berintegritas, berani menyuarakan kebenaran, memperjuangkan keadilan, serta berpihak kepada kepentingan masyarakat luas tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.”Yang dibutuhkan hari ini bukan sekadar pemuda yang cerdas, tetapi pemuda yang memiliki keberanian moral untuk membela keadilan, menjaga harkat dan martabat masyarakatnya, serta mempertahankan identitas budaya sebagai bagian dari harga diri dan kehormatan,” lanjutnya.Ajakan tersebut mendapat perhatian dari berbagai kalangan sebagai bentuk refleksi bersama akan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat identitas budaya, serta membangun generasi yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai leluhur.Dengan semangat Mosipotove Ledo Mosisoe, Mosibantu Ado Mosibanta, masyarakat Kaili diharapkan terus memperkuat solidaritas, saling membantu, saling menjaga, dan bersama-sama membangun Sulawesi Tengah yang maju, berbudaya, sejahtera, dan bermartabat.Songgompoasi.Salam persatuan untuk seluruh masyarakat Kaili di mana pun berada.”Kita boleh berbeda pandangan, tetapi kita tetap satu dalam persaudaraan. Mari menjaga warisan leluhur, memperkuat persatuan, dan melahirkan generasi Tadulako masa kini yang berani, berintegritas, serta mengabdi untuk masyarakat dan daerah.”Naskah ini sudah siap dipublikasikan sebagai berita opini budaya atau siaran pers komunitas masyarakat Kaili.(*)

Baca Juga:  Danrem 132/Tadulako Sambangi Banggai Laut, Sinergi TNI-Pemda Diperkuat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel suaranusantarapalu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korem 132/Tadulako Gelar Upacara Bendera, Tanamkan Disiplin dan Semangat Nasionalisme Prajurit
Kapolres Donggala Turun ke Jalan, Pastikan Arus Lalu Lintas di Simpang Jembatan Guntur Tetap Lancar
Upacara Bendera di Makodam XXIII/Palaka Wira, Perkuat Disiplin dan Jiwa Nasionalisme Prajurit
Kapolres Donggala Tanamkan Kesadaran Hukum di SMPN 2 Banawa, Narkoba dan Bullying Jadi Sorotan
Wakapolres Sigi Turun Langsung Atur Arus Lalu Lintas di Kalukubula, Edukasi Pengendara Secara Humanis
Kapolres Sigi Sambangi SMA Negeri 8, Ingatkan Pelajar Bahaya Narkoba hingga Bullying
Harga BBM Pertamina 1 November 2026 Belum Berubah, Ini Daftar Harga di Sulawesi Tengah dan Seluruh Indonesia
Sambung Rasa Bersama Dr. Syaripudin Suding di Sigi, Usulan Pembangunan Pasar Induk dan Program Beasiswa Berani Cerdas Mengemuka.
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 2 November 2026 - 10:34 WIB

Korem 132/Tadulako Gelar Upacara Bendera, Tanamkan Disiplin dan Semangat Nasionalisme Prajurit

Monday, 2 November 2026 - 10:25 WIB

Kapolres Donggala Turun ke Jalan, Pastikan Arus Lalu Lintas di Simpang Jembatan Guntur Tetap Lancar

Monday, 2 November 2026 - 09:54 WIB

Upacara Bendera di Makodam XXIII/Palaka Wira, Perkuat Disiplin dan Jiwa Nasionalisme Prajurit

Monday, 2 November 2026 - 08:23 WIB

Kapolres Donggala Tanamkan Kesadaran Hukum di SMPN 2 Banawa, Narkoba dan Bullying Jadi Sorotan

Monday, 2 November 2026 - 04:24 WIB

Wakapolres Sigi Turun Langsung Atur Arus Lalu Lintas di Kalukubula, Edukasi Pengendara Secara Humanis

Berita Terbaru