Cegah Ancaman Banjir di Kawasan Tondo, Pemkot Palu Bangun Saluran Primer Alur Alam Senilai Rp907 Juta

- Penulis

Tuesday, 20 October 2026 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALU –  Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) melaksanakan kegiatan peningkatan fungsi saluran primer atau Alur Alam di Kelurahan Tondo. Pembangunan ini ditujukan untuk mengantisipasi potensi banjir yang dapat mengancam wilayah organisasi penduduk, khususnya wilayah dataran rendah yang menerima aliran udara dari daerah yang lebih tinggi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan fungsi drainase sekaligus mengendalikan aliran air di tengah pembangunan kawasan organisasi, termasuk perumahan tetap (huntap) bagi masyarakat yang terkena dampak bencana.

Berdasarkan data kontrak, pekerjaan ini memiliki Kontrak **01 Konstruksi/SDACK-Drainase/PU/VII/2026**, tertanggal 14 Juli 2026, dengan nilai kontrak sebesar **Rp907.063.000** yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh **CV Citra Paki Mandiri**, dengan **CV STB 64** sebagai konsultan pengawas. Waktu pelaksanaan ditetapkan selama 150 hari kalender.

Dalam keterangannya kepada awak media pada 14 Oktober 2026, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu menjelaskan bahwa pembangunan saluran primer Alur Alam merupakan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko banjir di kawasan organisasi yang berada di dataran rendah.

Menurutnya, pembangunan perumahan tetap di wilayah yang lebih tinggi merupakan bagian dari program pemerintah untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana. Namun perkembangan pembangunan kawasan organisasi juga perlu diimbangi dengan sistem perencanaan drainase yang memadai agar aliran air hujan dapat dikendalikan dengan baik.

“Alhamdulillah, pembangunan Huntap sangat membantu masyarakat yang terdampak bencana. Namun, ketika kawasan di bagian atas semakin berkembang dan tutupan lahannya berubah, aliran air yang turun ke wilayah bawah juga perlu menjadi perhatian,” demikian penjelasan Kepala Dinas PU Kota Palu.

Ia menjelaskan bahwa kondisi lingkungan dan perubahan tutupan lahan perlu diperhitungkan dalam perencanaan pengendalian banjir. Ketika permukaan tanah semakin tertutup bangunan atau material kedap udara, kemampuan tanah menyerap air hujan dapat berkurang sehingga limpasan udara menuju kawasan yang lebih rendah berpotensi meningkat.

Menurutnya, pengalaman banjir yang terjadi secara berkala menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah dalam merencanakan pembangunan saluran primer tersebut. Oleh karena itu, penanganan aliran air tidak cukup hanya dilakukan setelah banjir terjadi, namun perlu diantisipasi melalui pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan perkembangan daerah.

Kolam Resapan Jadi Bagian dari Perencanaan

Lebih lanjut, Kepala Dinas PU Kota Palu menjelaskan bahwa penanganan Alur Alam tidak direncanakan hanya dengan mengalirkan udara secara langsung ke badan laut. Pemerintah daerah juga mempertimbangkan pembangunan kolam-kolam resapan sebagai bagian dari upaya mengendalikan limpasan udara.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi perkembangan organisasi di kawasan bagian atas, termasuk pembangunan perumahan atau BTN yang berpotensi terus meningkat di masa mendatang.

Baca Juga:  Dua Kali Sambangi Kantor dan Layangkan Surat Resmi, Klarifikasi Kadis Pertanian Sulteng Belum Diperoleh

Ia juga menyoroti adanya beberapa sumber mata air dari kawasan Watutela yang, menurut keterangannya, terdapat di sekitar empat titik. Apabila aliran dari sumber-sumber tersebut meningkat dan terjadi secara bersamaan, volume udara yang mengalir ke wilayah bawah dapat menjadi cukup besar.

Kondisi tersebut, lanjutnya, perlu diperhitungkan secara cermat agar sistem saluran yang dibangun mampu mendukung pengendalian aliran udara dan mengurangi risiko pengumpulan maupun banjir di wilayah penduduk.

Oleh karena itu, pembangunan saluran primer Alur Alam di Kelurahan Tondo diharapkan tidak hanya menjawab permasalahan drainase saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari perencanaan infrastruktur jangka panjang yang menyesuaikan perkembangan wilayah mikro.

Drainase Infrastruktur di Tengah Efisiensi Anggaran

Pembangunan saluran primer ini juga menjadi perhatian karena dilaksanakan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang menuntut pemerintah daerah menentukan prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas PU Kota Palu menegaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Huntap dan wilayah yang berpotensi mempengaruhi aliran udara dari daerah yang lebih tinggi.

Meski demikian, keberhasilan pekerjaan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya anggaran dan selesainya pembangunan fisik. Kualitas konstruksi, kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis, efektivitas kolam resapan, serta kemampuan saluran menampung dan mengalirkan udara sesuai perencanaan juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.

Dengan nilai kontrak Rp907 juta lebih dan masa pelaksanaan 150 hari kalender, pekerjaan ini diharapkan dapat dilaksanakan secara tepat mutu, tepat waktu, serta sesuai dengan ketentuan kontrak yang berlaku.

Masyarakat pun diharapkan dapat merasakan manfaat pembangunan tersebut melalui sistem drainase yang lebih baik dan mengurangi risiko banjir. Pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan tetap diperlukan agar infrastruktur yang dibangun benar-benar berfungsi sesuai tujuan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Kelurahan Tondo dan sekitarnya.

Pada akhirnya, pembangunan saluran primer Alur Alam bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan bagian dari upaya mengantisipasi dampak perubahan lingkungan dan perkembangan organisasi. Perencanaan yang matang, pelaksanaan yang berkualitas, serta pemeliharaan secara berkala menjadi faktor penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Catatan redaksional: Sebelum berita diterbitkan, sebaiknya pastikan kembali nama resmi paket pekerjaan, nomor kontrak, serta keterangan mengenai empat titik mata air Watutela. Saya juga menghindari menyatakan bahwa pembangunan Huntap secara langsung menyebabkan banjir, karena hal tersebut memerlukan dukungan data teknis atau kajian hidrologi. (*)

Penulis : (Tim Redaksi )

Editor : SN-PALU

Sumber Berita: Liputan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel suaranusantarapalu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Kali Sambangi Kantor dan Layangkan Surat Resmi, Klarifikasi Kadis Pertanian Sulteng Belum Diperoleh
Danrem 132/Tadulako Turun Langsung Pimpin Lari 6K, Tanamkan Disiplin dan Kebersamaan Prajurit
Korem 132/Tadulako Gelar Upacara Bendera, Tanamkan Disiplin dan Semangat Nasionalisme Prajurit
Kapolres Donggala Turun ke Jalan, Pastikan Arus Lalu Lintas di Simpang Jembatan Guntur Tetap Lancar
Upacara Bendera di Makodam XXIII/Palaka Wira, Perkuat Disiplin dan Jiwa Nasionalisme Prajurit
Kapolres Donggala Tanamkan Kesadaran Hukum di SMPN 2 Banawa, Narkoba dan Bullying Jadi Sorotan
Wakapolres Sigi Turun Langsung Atur Arus Lalu Lintas di Kalukubula, Edukasi Pengendara Secara Humanis
Kapolres Sigi Sambangi SMA Negeri 8, Ingatkan Pelajar Bahaya Narkoba hingga Bullying
Berita ini 264 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 06:35 WIB

Dua Kali Sambangi Kantor dan Layangkan Surat Resmi, Klarifikasi Kadis Pertanian Sulteng Belum Diperoleh

Tuesday, 3 November 2026 - 12:54 WIB

Danrem 132/Tadulako Turun Langsung Pimpin Lari 6K, Tanamkan Disiplin dan Kebersamaan Prajurit

Monday, 2 November 2026 - 10:34 WIB

Korem 132/Tadulako Gelar Upacara Bendera, Tanamkan Disiplin dan Semangat Nasionalisme Prajurit

Monday, 2 November 2026 - 10:25 WIB

Kapolres Donggala Turun ke Jalan, Pastikan Arus Lalu Lintas di Simpang Jembatan Guntur Tetap Lancar

Monday, 2 November 2026 - 09:54 WIB

Upacara Bendera di Makodam XXIII/Palaka Wira, Perkuat Disiplin dan Jiwa Nasionalisme Prajurit

Berita Terbaru