SIGI — SUARA NUSANTARA PALU.COM — Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Puncak Gunung Ranindi, Desa Berdikari, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, terus dilakukan oleh tim gabungan. Untuk menunjang pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau, petugas menyiapkan 11 bak penampungan air darurat berbahan terpal.
Langkah tersebut dilakukan pada Rabu (28/10/2026), di bawah pimpinan Kapolsek Palolo. Penyediaan bak air ini diharapkan dapat mempermudah petugas memperoleh pasokan air lebih dekat dengan titik kebakaran, sehingga proses penyemprotan dapat berlangsung lebih efektif.
Dalam pemantauan di kawasan puncak, tim gabungan juga mendapati dua titik api baru dengan kobaran berukuran besar. Temuan tersebut menjadi perhatian petugas untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus mengintensifkan langkah pengendalian agar kebakaran tidak merambat ke kawasan hutan lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasihumas Polres Sigi, AKP Nuim Hayat, menjelaskan bahwa penyediaan bak penampungan air merupakan salah satu langkah untuk mendukung kelancaran pemadaman di medan yang memiliki keterbatasan akses.
Sebanyak 11 bak air darurat disiapkan agar pasokan air dapat ditempatkan lebih dekat dengan lokasi kebakaran. Dengan demikian, petugas diharapkan dapat melakukan penyemprotan secara lebih optimal dalam menghadapi kobaran api.
Selain menyiapkan sarana pendukung, kekuatan personel di lapangan juga diperkuat melalui penambahan anggota Direktorat Samapta Polda Sulawesi Tengah.
Dukungan lainnya datang dari tim kesehatan Puskesmas Banpres, Kecamatan Palolo. Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap personel yang terlibat dalam penanganan karhutla untuk memastikan kondisi fisik mereka tetap terpantau selama menjalankan tugas di lapangan.
Sinergi antarinstansi tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengendalikan kebakaran, terutama di kawasan yang sulit dijangkau dan membutuhkan dukungan logistik serta tenaga tambahan.
Di sisi lain, masyarakat diimbau ikut berperan dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan. Warga diminta tidak menggunakan api untuk membuka lahan perkebunan secara sembarangan serta menghindari membuang puntung rokok di kawasan hutan.
Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada petugas apabila melihat titik api maupun kepulan asap di sekitar kawasan hutan agar dapat ditindaklanjuti secepatnya.
Upaya pemadaman dan pencegahan ini diharapkan dapat menekan risiko meluasnya karhutla di Puncak Gunung Ranindi serta melindungi kawasan hutan dan lingkungan di sekitarnya.
Penulis : Anjasman
Editor : SN - PALU
Sumber Berita: Humas polres Sigi
















