DONGGALA, SUARA NUSANTARA PALU.COM – Upaya memperluas jangkauan pelayanan keluarga berencana (KB) hingga ke wilayah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan terus diperkuat pemerintah. Salah satunya melalui pelayanan kesehatan bergerak menggunakan rumah sakit kapal di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Isyana Bagoes Oka, meninjau langsung pelayanan di Rumah Sakit Kapal dr. Lie Dharmawan Bayan Peduli yang bersandar di Pelabuhan Wani, Kecamatan Tanantovea, Senin (28/9/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Intensifikasi Pelayanan KB di Wilayah Khusus dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia atau World Contraception Day (WCD), melalui kerja sama dengan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan itu, sebanyak 50 akseptor mendapatkan pelayanan KB. Sementara sekitar 150 peserta yang terdiri atas kader kesehatan, penyuluh KB, tenaga medis, Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan unsur masyarakat memperoleh edukasi kesehatan reproduksi.
Dalam arahannya, Ratu Isyana menekankan bahwa penanganan stunting membutuhkan langkah terpadu, mulai dari pemenuhan kebutuhan gizi, penyediaan air bersih, sanitasi yang layak, hingga perencanaan kehamilan.
“Kalau kita mau mencegah stunting ada dua upaya yang perlu dilakukan. Upaya spesifik terkait dengan gizi dan upaya intervensi sensitif,” ujarnya.
Melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), pemerintah juga berupaya memperkuat pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting.
Pada kesempatan tersebut, Ratu Isyana menyerahkan bantuan GENTING kepada dua keluarga di Desa Labuan Salumbone dan Desa Labuan, Kabupaten Donggala.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menyambut baik kehadiran pemerintah pusat dalam memperluas akses pelayanan KB dan kesehatan reproduksi bagi masyarakat.
Reny mengungkapkan, berdasarkan pemutakhiran pendataan keluarga tahun 2025, penggunaan kontrasepsi modern di Sulawesi Tengah mencapai 58 persen. Adapun di Kabupaten Donggala, angkanya masih berada pada 45,93 persen, dengan kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi mencapai 21,85 persen.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian bersama agar pelayanan dan edukasi keluarga berencana dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya pasangan usia subur.
“Melalui program KB, kita berupaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak, menurunkan risiko kematian, serta mencegah stunting,” ungkap Reny.
Ia berharap sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan lembaga kemanusiaan terus ditingkatkan untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas.
Kehadiran rumah sakit kapal yang telah bersandar sejak 22 September 2026 itu diharapkan menjadi salah satu solusi dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah Nuryamin, Asisten III Kabupaten Donggala Isngadi, Direktur Bina Pelayanan KB Wilayah Khusus Kemendukbangga/BKKBN Farah Adibah, serta sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan terkait.
Penulis : Redaksi Anjasman
Editor : SN-PALU
Sumber Berita: Liputan
















