PALU, SUARA NUSANTARA — Pengurus Provinsi Persatuan Akurasi Bilah dan Kapak Indonesia (PABKI) Sulawesi Tengah resmi melepas kontingen yang akan mengikuti Open Tournament Nasional PABKI 2026 di Bandung, Jawa Barat, pada 29–30 Agustus 2026.
Prosesi pelepasan berlangsung di Aula Mako Brimob Polda Sulawesi Tengah dan dipimpin langsung oleh Dansat Brimob Polda Sulteng sekaligus Ketua Dewan Pembina PABKI Sulteng, Kombes Pol. Kurniawan Tandi Rongre.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua KORMI Sulawesi Tengah Syaifullah Djafar, Ketua KORMI Kota Palu Diah Puspita, akademisi Universitas Tadulako, serta jajaran pengurus PABKI Sulawesi Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kontingen PABKI Sulteng yang diberangkatkan berjumlah 35 orang, terdiri atas 20 pegiat atau atlet dan 15 official. Mereka dipersiapkan untuk membawa nama Sulawesi Tengah dalam ajang nasional yang mempertemukan para pegiat akurasi bilah dan kapak dari berbagai daerah.

Ketua PABKI Sulawesi Tengah, Syamsisr Abubakar Ali, mengatakan keikutsertaan dalam kejuaraan nasional tersebut bukan semata-mata untuk memburu gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus mengembangkan olahraga akurasi bilah dan kapak di Sulawesi Tengah.
Menurutnya, keberangkatan kontingen tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan dan persiapan yang dilakukan secara serius. PABKI Sulteng sebelumnya telah menggelar Training Center (TC) sejak 28 Juli hingga 21 Agustus 2026.
“Selama pelaksanaan TC, kami melihat langsung kedisiplinan, ketekunan dan kerja keras para atlet. Perkembangan kemampuan mereka juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan,” kata Syamsisr.
Ia menjelaskan, berdasarkan evaluasi tim pelatih, sejumlah atlet mampu mencatatkan perolehan poin latihan lebih dari 150 poin dalam satu hari TC. Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting bagi para atlet untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Syamsisr berharap para pegiat mampu mempertahankan semangat dan konsistensi selama pertandingan di Bandung. Ia juga menekankan bahwa kontingen Sulteng tidak hanya membawa target prestasi, tetapi juga membawa nama baik daerah.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina PABKI Sulawesi Tengah, Kombes Pol. Kurniawan Tandi Rongre, menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh kontingen sebelum bertolak menuju Bandung.
Pesan pertama adalah menjaga kesehatan. Menurutnya, perjalanan menuju Bandung dan padatnya agenda pertandingan membutuhkan kondisi fisik serta mental yang prima. Karena itu, seluruh atlet diminta menjaga pola istirahat dan kebugaran.
Pesan kedua yakni menjunjung tinggi sportivitas. Para atlet diminta menunjukkan sikap disiplin, menghormati lawan, menaati ketentuan pertandingan serta menerima setiap keputusan juri dengan sikap yang sportif.
Sedangkan pesan ketiga adalah menjaga mental juara. Kurniawan meminta seluruh atlet tidak ragu terhadap kemampuan yang telah dibangun selama masa latihan dan menjadikan hasil TC sebagai bekal menghadapi kompetisi.
“Open Tournament PABKI Nasional bukan hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga konsentrasi, ketahanan mental dan kemampuan mengendalikan tekanan selama pertandingan. Saya yakin dengan persiapan yang telah dilakukan, kontingen Sulawesi Tengah mampu memberikan penampilan terbaik,” ujar Kurniawan.
Ia juga mengingatkan para atlet agar tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi tetap menjaga nilai-nilai fair play dan integritas selama bertanding.
“Kemenangan sejati adalah kemenangan yang diraih dengan cara terhormat dan penuh integritas. Tunjukkan bahwa generasi Sulawesi Tengah memiliki karakter tangguh, berbudaya dan bermartabat,” tegasnya.
Dengan persiapan yang telah dilakukan selama hampir satu bulan, kontingen PABKI Sulawesi Tengah diharapkan mampu tampil maksimal dan membawa prestasi bagi Bumi Tadulako pada Open Tournament Nasional PABKI 2026 di Bandung.
Penulis : M.Riyan putra S.S
Editor : SN-PALU
Sumber Berita: Liputan
















