Prof. Dr. Rudi Margono: Kepemimpinan yang Teduh, Ketegasan yang Menjaga Marwah Korps Adhyaksa

- Penulis

Saturday, 4 July 2026 - 06:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Profil Fitur Tokoh Oleh: Budi Prihartono Dako.

JAKARTA – Suara Nusantara Palu,Tidak semua pemimpin dikenal karena suara yang lantang atau sikap yang keras. Sebagian besar dihormati karena keteladanan, ketenangan, dan konsistensi dalam memegang prinsip. Sosok seperti itulah yang melekat pada , Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di lingkungan Korps Adhyaksa, Prof. Rudi Margono dikenal sebagai pribadi yang santun, rendah hati, dan mudah berbaur dengan siapa saja. Namun dibalik sikapnya yang meremehkan, tersimpan komitmen yang kuat dalam menegakkan disiplin, menjaga integritas, dan menjaga kehormatan institusi penegak hukum.

Bagi Prof. Rudi Margono, fungsi pengawasan bukan sekadar mencari kesalahan ataupun memberikan sanksi. Pengawasan merupakan instrumen penting untuk membangun budaya kerja yang bersih, memperkuat integritas aparatur, serta menjaga kepercayaan terhadap masyarakat Kejaksaan Republik Indonesia.

Prinsipnya itulah yang menjadi pegangan selama lebih dari tiga dekade pengabdiannya di Korps Adhyaksa.

Lahir pada tanggal 6 Desember 1969, Prof. Rudi Margono memulai karir dari jenjang paling bawah sebagai staf di Kejaksaan Negeri Magetan pada tahun 1994. Pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinannya bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak ditentukan oleh jabatan, melainkan oleh dedikasi, kedisiplinan, kerja keras, dan kemampuan menjadi teladan.

Semangat belajar yang tinggi mengantarkannya meraih gelar doktor. Latar belakang akademisi dan berpadu dengan pengalaman panjang di lapangan, membentuk pendapat bahwa penegakan hukum harus mampu menghadirkan kepastian hukum, rasa keadilan, dan kemanfaatan bagi masyarakat.

Pengabdiannya semakin matang ketika mendapat penugasan di . Pengalaman tersebut memperkuat keyakinannya bahwa transparansi, akuntabilitas, dan integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum.

Setelah menyelesaikan tugasnya di KPK, Prof. Rudi Margono dipercaya memimpin Kejaksaan Negeri. Selama bertugas di daerah, ia tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga membangun komunikasi yang harmonis dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga masyarakat.

Baca Juga:  Perjuangan Anggaran Ilham Lawidu Dapat Perhatian Pemerintah Pusat, Yus Mangun: PPPK Tak Boleh Dirumahkan

Pendekatan yang humanis membuatnya diterima berbagai kalangan. Ia memilih membuka ruang dialog, mendengarkan berbagai masukan, dan membangun hubungan yang dilandasi rasa saling menghormati tanpa mengurangi wibawa maupun ketegasan dalam menjalankan amanah.

Meski dikenal lembut dalam bertutur kata, Prof. Rudi Margono tetap berpegang teguh pada prinsip bahwa setiap pelanggaran integritas harus ditindak sesuai aturan. Baginya, disiplin adalah bagian dari kehormatan profesi seorang aparat penegak hukum. Oleh karena itu, pelatihan dan penegakan disiplin harus berjalan beriringan demi menjaga marwah Korps Adhyaksa.

Rekam jejak pengabdian yang panjang akhirnya mengantarkannya dipercaya Presiden Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 177/TPA Tahun 2024 sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Di luar tugas sebagai aparat penegak hukum, Prof. Rudi Margono juga aktif di dunia akademik hingga dikukuhkan sebagai Guru Besar Kehormatan. Baginya, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan investasi penting dalam mewujudkan Kejaksaan yang profesional, modern, adaptif, dan berintegritas.

Kini, ia memastikan ia mengemban tanggung jawab besar fungsi pengawasan berjalan efektif sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola Kejaksaan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Perjalanan Prof. Rudi Margono menjadi bukti bahwa kepemimpinan tidak selalu identik dengan ketegasan yang ditampilkan melalui suara keras. Ketenangan dalam mengambil keputusan, kelembutan dalam memperlakukan sesama, serta keteguhan memegang prinsip justru menjadi kekuatan yang melahirkan kepercayaan.

Dari pengabdian di daerah, penugasan di KPK, hingga jabatan strategis sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, Prof. Rudi Margono terus menunjukkan bahwa marwah Korps Adhyaksa akan tetap terjaga ketika setiap insan penegak hukum menjadikan integritas sebagai landasan utama dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

Penulis : Budi Prihartono Dako

Editor : Redaksi suara Nusantara palu com

Sumber Berita: Peliputan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel suaranusantarapalu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Ada Pungutan Berkedok Dukungan Media di Lokasi PETI Parigi Moutong, Publik Diminta Waspada
Tragedi Berdarah di Duyu Mulai Terungkap, Kesaksian Istri Korban Bantu Polisi Buru Terduga Pelaku.
Kapolres Sigi Apresiasi Kolaborasi Pengamanan, Festival Danau Lindu 2026 Berjalan Aman dan Tertib
Hartanto Boechori: “Pak Presiden, Jurnalis Bukan “Londo Ireng”* 
Dua Warga Meninggal Dunia dalam Peristiwa di Manonda, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan
Pria yang Diduga Terlibat Curanmor Meninggal Dunia, Polres Morowali Selidiki Dua Dugaan Tindak Pidana
Jalan Nasional di Tompira Rusak Parah, Warga Desak BPJN Sulteng Segera Lakukan Penanganan
Fia Masih Dirawat, Polisi Kejar Pelaku Perampokan Agen BRILink di Morowali
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 28 July 2026 - 11:40 WIB

Diduga Ada Pungutan Berkedok Dukungan Media di Lokasi PETI Parigi Moutong, Publik Diminta Waspada

Monday, 27 July 2026 - 12:39 WIB

Tragedi Berdarah di Duyu Mulai Terungkap, Kesaksian Istri Korban Bantu Polisi Buru Terduga Pelaku.

Monday, 27 July 2026 - 03:42 WIB

Kapolres Sigi Apresiasi Kolaborasi Pengamanan, Festival Danau Lindu 2026 Berjalan Aman dan Tertib

Monday, 27 July 2026 - 02:08 WIB

Hartanto Boechori: “Pak Presiden, Jurnalis Bukan “Londo Ireng”* 

Monday, 27 July 2026 - 02:00 WIB

Dua Warga Meninggal Dunia dalam Peristiwa di Manonda, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

Berita Terbaru