Polisi Tegaskan Keributan di Jalan Anoa Bukan Bentrokan Antarwarga, Berawal dari Kasus Penganiayaan Petugas Keamanan

- Penulis

Wednesday, 22 July 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PALU – Kepolisian Sektor (Polsek) Palu Selatan memastikan pertemuan yang sempat terjadi di kawasan Jalan Anoa, Kota Palu, pada Selasa malam (21/7/2026), bukan merupakan bentrokan antarwarga sebagaimana informasi yang beredar di media sosial.

Kapolresta Palu melalui Kapolsek Palu Selatan, AKP Muhammad Kasim, SH, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula dari dugaan tindak tutur terhadap seorang petugas keamanan (security) di kawasan Perumahan Metro Regency Palu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, korban saat itu sedang menjalankan tugas dan mengunjungi lokasi setelah mengetahui adanya konflik antara pasangan suami istri di lingkungan perumahan. Korban kemudian berupaya melerai sekaligus mengingatkan keduanya agar tidak menimbulkan keresahan bagi warga sekitar.

Namun, pernyataan tersebut justru memicu emosi salah satu pihak. Pelaku disebut sempat meninggalkan lokasi, lalu kembali bersama seorang rekannya dan diduga melakukan pelanggaran terhadap petugas keamanan tersebut.

“Korban yang bertugas sebagai petugas keamanan berusaha melerai konflik. Namun pelaku tidak menerima teguran tersebut, kemudian kembali bersama rekannya dan melakukan penyimpangan,” ujar AKP Muhammad Kasim dalam konferensi pers di Mapolsek Palu Selatan, Rabu (22/7/2026).

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di RSUD Bhayangkara Palu. Polisi telah mengamankan seorang pelaku tak terduga, sementara satu orang lainnya masih dalam persembunyian dan proses penyelidikan.

Kapolsek menegaskan, informasi yang menyebutkan telah terjadi bentrokan antarwarga tidak benar. Keramaian yang terlihat di lokasi terjadi karena keluarga korban berdatangan setelah mendapat kabar adanya penandatanganan. Kehadiran mereka semata-mata untuk mengevakuasi korban menuju rumah sakit, bukan melakukan aksi balasan atau penyerangan.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Polresta Palu bersama Polsek Palu Selatan segera mengambil langkah preventif dengan mempertemukan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para tetua dari Kelurahan Nunu dan Kelurahan Tatura Utara guna mencegah berkembangnya konflik konflik.

Baca Juga:  Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027, SD Inpres Rarampadende Prioritaskan Keselamatan dan Adaptasi Siswa Baru

Selain itu, personel gabungan dari Polresta Palu, Polsek Palu Selatan, dan Polsek Tatanga disiagakan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Jembatan Lalove dan Simpang Lampu Merah Anoa. Pengamanan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Hingga Rabu (22/7/2026), situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah kembali kondusif. Dalam penanganan perkara tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah parang yang diduga digunakan dalam aksi sinkronisasi. Sementara itu, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat serta mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Penulis : Anjasman

Editor : Redaksi suara Nusantara palu com

Sumber Berita: Peliputan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel suaranusantarapalu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Ada Pungutan Berkedok Dukungan Media di Lokasi PETI Parigi Moutong, Publik Diminta Waspada
Tragedi Berdarah di Duyu Mulai Terungkap, Kesaksian Istri Korban Bantu Polisi Buru Terduga Pelaku.
Kapolres Sigi Apresiasi Kolaborasi Pengamanan, Festival Danau Lindu 2026 Berjalan Aman dan Tertib
Hartanto Boechori: “Pak Presiden, Jurnalis Bukan “Londo Ireng”* 
Dua Warga Meninggal Dunia dalam Peristiwa di Manonda, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan
Pria yang Diduga Terlibat Curanmor Meninggal Dunia, Polres Morowali Selidiki Dua Dugaan Tindak Pidana
Jalan Nasional di Tompira Rusak Parah, Warga Desak BPJN Sulteng Segera Lakukan Penanganan
Fia Masih Dirawat, Polisi Kejar Pelaku Perampokan Agen BRILink di Morowali
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 28 July 2026 - 11:40 WIB

Diduga Ada Pungutan Berkedok Dukungan Media di Lokasi PETI Parigi Moutong, Publik Diminta Waspada

Monday, 27 July 2026 - 12:39 WIB

Tragedi Berdarah di Duyu Mulai Terungkap, Kesaksian Istri Korban Bantu Polisi Buru Terduga Pelaku.

Monday, 27 July 2026 - 03:42 WIB

Kapolres Sigi Apresiasi Kolaborasi Pengamanan, Festival Danau Lindu 2026 Berjalan Aman dan Tertib

Monday, 27 July 2026 - 02:08 WIB

Hartanto Boechori: “Pak Presiden, Jurnalis Bukan “Londo Ireng”* 

Monday, 27 July 2026 - 02:00 WIB

Dua Warga Meninggal Dunia dalam Peristiwa di Manonda, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

Berita Terbaru