SIGI – Rasa solidaritas terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, terus ditunjukkan berbagai elemen masyarakat. Kali ini, sejumlah jurnalis dari berbagai media yang tergabung dalam aksi kemanusiaan Peduli Sesama menyalurkan bantuan langsung kepada warga Desa Lembantongoa, Minggu (21/6/2026).
Bantuan yang disalurkan berupa paket kebutuhan pokok untuk membantu warga yang hingga saat ini masih bertahan di pengungsian mandiri setelah gempa berkekuatan Magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Kabupaten Sigi pada 16 Juni 2026 lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perwakilan jurnalis dalam kegiatan tersebut, Hasan Tura, mengatakan bahwa kehadiran insan pers di lokasi bencana bukan hanya menjalankan tugas jurnalistik, namun juga sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
“Kami datang bukan sekadar melaporkan situasi bencana, tetapi ingin ikut berpartisipasi membantu warga yang terdampak. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan kebutuhan masyarakat di tengah masa pemulihan,” ujar Hasan.
Ia menjelaskan, aksi tersebut lahir dari inisiatif para jurnalis yang tergerak setelah melihat langsung kondisi masyarakat pascagempa. Menurutnya, profesi wartawan juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dalam kegiatan kemanusiaan.
Sementara itu, Kepala Desa Lembantongoa, Arman, menyampaikan bahwa kondisi masyarakat memasuki hari keenam pascagempa mulai menunjukkan perkembangan positif. Intensitas gempa susulan yang semakin berkurang membuat warga mulai merasa lebih tenang.
“Situasi perlahan mulai membaik. Masyarakat sudah mulai kembali melakukan aktivitas sehari-hari seperti berkebun dan bekerja di sawah, meskipun sebagian masih bertahan di lokasi pengungsian,” jelas Arman.
Data monitoring dari **** hingga 21 Juni 2026 pukul 14.00 WIB mencatat sebanyak 1.160 gempa susulan terjadi setelah gempa utama M 6,7, dengan kekuatan terbesar mencapai Magnitudo 5,3. Namun tren aktivitas seismik dalam beberapa hari terakhir mulai mengalami penurunan.
Arman menambahkan, bantuan dari berbagai pihak mulai berdatangan sejak hari ketiga pascabencana. Bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, ****, ****, relawan, organisasi kemanusiaan, serta komunitas masyarakat.
“Sejauh ini bantuan yang masuk cukup banyak dan terus kami distribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian terhadap warga kami,” katanya.
Terkait adanya laporan beberapa warga yang belum menerima bantuan, pihak pemerintah desa menjelaskan kondisi tersebut disebabkan proses pendataan dan distribusi yang masih berlangsung kepada sekitar 725 kepala keluarga yang tersebar di wilayah desa.
Menurut data sementara pemerintah desa, sedikitnya lebih dari 200 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat akibat gempa yang terjadi beberapa hari lalu.
Selain itu, akses menuju Dusun V yang sebelumnya sempat terputus akibat longsor kini mulai kembali terbuka. Jalur tersebut sudah dapat dilalui kendaraan roda dua sehingga distribusi bantuan dapat berjalan lebih lancar.
Menutup kegiatan kemanusiaan tersebut, Hasan Tura mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan selama proses pemulihan berlangsung.
“Pemulihan setelah bencana membutuhkan dukungan bersama. Semoga solidaritas ini terus terjaga sehingga masyarakat terdampak bisa segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa,” pungkasnya.
Penulis : Anjasman
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Peliputan














