SIGI – Memasuki hari ketujuh pascagempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Sigi sejak 16 Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Sigi terus mengintensifkan upaya penanganan korban serta percepatan pendataan kerusakan di sejumlah wilayah terdampak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Mohamad Rizal Intjenae didampingi Wakil Bupati Samuel Pongi serta Sekretaris Daerah Nuim Hayat menyampaikan perkembangan penanganan bencana yang hingga kini terus dilakukan secara terpadu bersama seluruh unsur pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, serta instansi terkait.
Dalam laporan penanganan terbaru, tercatat sebanyak delapan korban mengalami luka ringan hingga luka berat akibat gempa. Namun seluruh korban saat ini telah kembali ke rumah masing-masing setelah mendapatkan perawatan medis.
“Alhamdulillah seluruh korban yang sebelumnya menjalani penanganan medis kini sudah kembali ke rumah. Berdasarkan keterangan dokter, kondisi mereka saat ini tinggal menjalani rawat jalan,” ungkap Bupati Sigi saat menyampaikan perkembangan situasi penanganan bencana.
Data sementara yang berhasil dihimpun pemerintah daerah menunjukkan jumlah warga terdampak mencapai 1.998 jiwa, dengan total 3.199 kepala keluarga yang berada di wilayah terdampak.
Sementara untuk kerusakan infrastruktur dan permukiman, hasil pendataan sementara mencatat sebanyak 3.935 unit rumah terdampak, meski tim di lapangan masih terus melakukan verifikasi untuk menentukan tingkat kerusakan ringan, sedang maupun berat.
Tidak hanya permukiman warga, sektor pertanian juga ikut terdampak. Sedikitnya 2.500 hektare lahan pertanian dilaporkan mengalami dampak akibat bencana tersebut dan masih dalam proses pendataan lanjutan.
Pemerintah Kabupaten Sigi memastikan langkah tanggap darurat terus dilakukan, termasuk pembersihan area terdampak, distribusi bantuan, pendataan lanjutan, hingga penyusunan langkah percepatan pemulihan bagi masyarakat.
Bupati Sigi menegaskan pemerintah daerah bersama DPRD, BPBD dan seluruh perangkat daerah akan terus bekerja maksimal agar proses pemulihan pascabencana dapat segera berjalan dan masyarakat terdampak dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.
“Semoga kondisi segera membaik dan seluruh upaya penanganan yang dilakukan dapat membantu masyarakat bangkit lebih cepat,” tutupnya.
Penulis : Anjas
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Peliputan














