Kasus Over Kredit Motor Berujung Dugaan Penganiayaan, Warga Palu Minta Keadilan

- Penulis

Wednesday, 24 June 2026 - 12:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


 

  • Palu – Seorang pemuda bernama Moh Putra Andika Rafliyansah (20), warga Jalan Sungai Manonda, Kota Palu, diduga menjadi korban penandatanganan yang dilakukan sejumlah oknum anggota TNI yang disebut bertugas di Korem 132/Tadulako.

 

Orang tua korban, Saharudin Halbi, didampingi Advokat dan Penasehat Hukum dari LBH Rakyat, Firmansyah C. Rasyid, SH, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut bermula dari transaksi over kredit sepeda motor Yamaha NMAX yang ditawarkan melalui Facebook Marketplace.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurut Saharudin, anaknya menerima tawaran kredit motor dari seseorang berinisial D dengan harga yang telah dinegosiasikan sebesar Rp12,5 juta. Dalam perjanjian tersebut, korban disebutkan melanjutkan pembayaran angsuran kendaraan melalui perusahaan leasing.

 

“Jatuh tempo pembayaran setiap tanggal 18. Saat itu anak saya belum memiliki cukup uang sehingga meminta tambahan waktu sekitar satu minggu. Namun permintaan tersebut tidak diterima oleh saudara D,” ujar Saharudin.

 

Ia menjelaskan, kendaraan tersebut diketahui telah menunggak selama dua bulan dengan nilai angsuran sekitar Rp1,9 juta per bulan. Menurutnya, pembayaran kemudian diberikan kepada inisial D pada malam Minggu, 20 Juni 2026.

 

Namun, setelah pembayaran dilakukan, Saharudin mengaku mendapat informasi bahwa putranya justru dicari oleh sejumlah orang. Berdasarkan keterangan korban, dia dihubungi menggunakan nomor baru dan bersiap untuk bertemu di kawasan Jalan Towua, Kota Palu.

 

“Menurut pengakuan anak saya, sesampainya di lokasi, dia ditarik keluar dari mobil lalu langsung dipukul oleh beberapa orang yang diduga anggota TNI. Mereka tidak memperkenalkan diri dan langsung melakukan pemukulan,” kata Saharudin.

 

Korban mengaku mengalami pemukulan di bagian wajah dan tubuh belakang, bahkan disebut dipukul menggunakan selang. Tak lama kemudian, beberapa orang lainnya datang dan kembali melakukan pemukulan serta tendangan hingga menyebabkan hidung korban berdarah.

Baca Juga:  WPI-VCC Sukses Gelar Diklatsar Angkatan ke-15, 10 Peserta Ikuti Pendidikan Dasar

 

Peristiwa tersebut, lanjut Saharudin, sempat mendapat kepastian dari warga sekitar yang meminta agar tidak dilakukan tindakan hakim utama sendiri. Namun korban disebut kemudian diseret masuk ke dalam mobil dan dibawa ke kawasan Jalan Garuda, Kota Palu.

 

“Sesampainya di sana, anak saya kembali mendapat kekerasan dari sejumlah orang yang diduga anggota TNI. Korban mengaku dipukul dan ditendang secara bergantian,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Saharudin mengklaim anaknya sempat disekap selama dua malam, sejak 20 Juni 2026 hingga 22 Juni 2026.

 

Merasa khawatir dengan kondisi anaknya, Saharudin kemudian mendatangi lokasi bersama anggota Polisi Militer yang bernama Dion dan beberapa rekannya untuk menjemput korban.

 

“Setelah mengetahui keberadaan anak saya, saya bersama anggota POM mendatangi lokasi dan menyelamatkan korban. Selanjutnya saya melaporkan kejadian ini secara resmi ke Polisi Militer agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

 

Sementara itu, Advokat dan Penasehat Hukum LBH Rakyat, Firmansyah C. Rasyid, SH, meminta agar laporan tersebut ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan tujuan guna mengungkap fakta yang sebenarnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak yang disebut dalam laporan tersebut. Oleh karena itu, seluruh dugaan yang disampaikan masih menunggu proses penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak yang berwenang.

Penulis : Anjasman

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Peliputan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel suaranusantarapalu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danrem 132/Tadulako Turun Langsung Pimpin Lari 6K, Tanamkan Disiplin dan Kebersamaan Prajurit
Korem 132/Tadulako Gelar Upacara Bendera, Tanamkan Disiplin dan Semangat Nasionalisme Prajurit
Kapolres Donggala Turun ke Jalan, Pastikan Arus Lalu Lintas di Simpang Jembatan Guntur Tetap Lancar
Upacara Bendera di Makodam XXIII/Palaka Wira, Perkuat Disiplin dan Jiwa Nasionalisme Prajurit
Kapolres Donggala Tanamkan Kesadaran Hukum di SMPN 2 Banawa, Narkoba dan Bullying Jadi Sorotan
Wakapolres Sigi Turun Langsung Atur Arus Lalu Lintas di Kalukubula, Edukasi Pengendara Secara Humanis
Kapolres Sigi Sambangi SMA Negeri 8, Ingatkan Pelajar Bahaya Narkoba hingga Bullying
Harga BBM Pertamina 1 November 2026 Belum Berubah, Ini Daftar Harga di Sulawesi Tengah dan Seluruh Indonesia
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 3 November 2026 - 12:54 WIB

Danrem 132/Tadulako Turun Langsung Pimpin Lari 6K, Tanamkan Disiplin dan Kebersamaan Prajurit

Monday, 2 November 2026 - 10:34 WIB

Korem 132/Tadulako Gelar Upacara Bendera, Tanamkan Disiplin dan Semangat Nasionalisme Prajurit

Monday, 2 November 2026 - 10:25 WIB

Kapolres Donggala Turun ke Jalan, Pastikan Arus Lalu Lintas di Simpang Jembatan Guntur Tetap Lancar

Monday, 2 November 2026 - 09:54 WIB

Upacara Bendera di Makodam XXIII/Palaka Wira, Perkuat Disiplin dan Jiwa Nasionalisme Prajurit

Monday, 2 November 2026 - 08:23 WIB

Kapolres Donggala Tanamkan Kesadaran Hukum di SMPN 2 Banawa, Narkoba dan Bullying Jadi Sorotan

Berita Terbaru