Optimalkan Lahan Tidur, BPP Dolo Selatan Targetkan Penanaman Padi 120 Hektare di Desa Bangga Mulai Oktober 2026

- Penulis

Friday, 26 June 2026 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIGI, 26 Juni 2026 – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, menargetkan penanaman padi seluas 120 hektar di Desa Bangga pada musim tanam Oktober–November 2026. Program ini menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali lahan pertanian yang selama bertahun-tahun tidak produktif akibat kerusakan pascabencana dan keterbatasan jaringan irigasi.

Kepala BPP Dolo Selatan, Selamad Darianto S.ST,mengatakan lahan yang akan ditanami tersebut berada di tiga kelompok tani, yakni Kelompok Tani Bumi Subur, Dadavi, dan Kayu Passe, dengan luas total sekitar 120 hektare.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, lahan tersebut sebelumnya tidak dapat dimanfaatkan secara optimal selama kurang lebih delapan hingga sembilan tahun karena minimnya pasokan air. Namun, setelah pembangunan sabo dam dan jaringan irigasi mulai berfungsi, kondisi lahan kini kembali memungkinkan untuk diolah.

> “Alhamdulillah sekarang air sudah lancar. Lahan ini sebelumnya hampir delapan sampai sembilan tahun tidak termanfaatkan. Setelah sabo dam diresmikan dan jaringan irigasi berjalan, baru sekitar dua bulan terakhir air mulai mengalir ke kawasan persawahan,” ujar Selamad, Jumat (26/6/2026).

 

Ia menjelaskan, rencana pembukaan lahan tersebut telah melalui diskusi bersama berbagai pihak, mulai dari lembaga adat, pemerintah desa, hingga Dinas Pertanian Kabupaten Sigi. Semula luas lahan yang diusulkan sekitar 100 hektar, namun hasil survei lapangan menunjukkan potensi lahan yang siap digarap mencapai sekitar 120 hektar.

> “Rencana kami pada bulan Oktober sudah mulai bergerak. Setelah dilakukan survei, ternyata luas lahan yang siap ditanami mencapai sekitar 120 hektare dan akan ditanami padi,” jelasnya.

 

Untuk mendukung program tersebut, BPP Dolo Selatan juga telah berkoordinasi terkait penyediaan benih bagi petani. Selain itu, dibutuhkan sedikitnya 10 unit traktor agar proses pengolahan lahan dapat dilakukan tepat waktu sehingga target tanam Oktober–November 2026 dapat tercapai.

Baca Juga:  DPN Sulteng Tugaskan LBH Tonakodi Dampingi Korban Ketidakadilan di Sulawesi Tengah

> “Benih sudah kami komunikasikan. Sekarang yang kami butuhkan minimal 10 unit traktor agar persiapan lahan berjalan maksimal,” katanya.

 

Di sisi lain, Selamad mengungkapkan masih terdapat sekitar 170 hektare lahan di Desa Bangga yang hingga kini belum dapat diolah. Lahan tersebut merupakan daerah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana alam dan banjir bandang tahun 2018, sehingga tertimbun material pasir dalam ketebalan yang cukup tinggi.

Menurutnya, lahan tersebut telah diserahkan sejak tahun lalu kepada Kementerian Pertanian untuk mendapatkan program rehabilitasi lahan. Namun hingga kini, kepastian realisasi anggaran masih dalam tahap penantian.

> “Lahan yang berat untuk diolah sudah kami usulkan ke Kementerian Pertanian sejak tahun lalu agar mendapat rehabilitasi. Kami masih menunggu kepastian apakah anggarannya dapat direalisasikan tahun ini,” ungkapnya.

 

Apabila program rehabilitasi tersebut dapat terealisasi, luas lahan produktif pertanian di Desa Bangga diperkirakan akan meningkat secara signifikan. Hal itu diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan produksi padi, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani di Kecamatan Dolo Selatan.

Dengan mulai pulihnya jaringan irigasi dan adanya dukungan berbagai pihak, BPP Dolo Selatan optimistis program optimalisasi lahan tidur ini akan menjadi momentum kebangkitan sektor pertanian di Desa Bangga setelah bertahun-tahun terdampak bencana.

Penulis : Anjasman

Editor : Redaksi suara Nusantara palu com

Sumber Berita: Peliputan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel suaranusantarapalu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Ada Pungutan Berkedok Dukungan Media di Lokasi PETI Parigi Moutong, Publik Diminta Waspada
Tragedi Berdarah di Duyu Mulai Terungkap, Kesaksian Istri Korban Bantu Polisi Buru Terduga Pelaku.
Kapolres Sigi Apresiasi Kolaborasi Pengamanan, Festival Danau Lindu 2026 Berjalan Aman dan Tertib
Hartanto Boechori: “Pak Presiden, Jurnalis Bukan “Londo Ireng”* 
Dua Warga Meninggal Dunia dalam Peristiwa di Manonda, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan
Pria yang Diduga Terlibat Curanmor Meninggal Dunia, Polres Morowali Selidiki Dua Dugaan Tindak Pidana
Jalan Nasional di Tompira Rusak Parah, Warga Desak BPJN Sulteng Segera Lakukan Penanganan
Fia Masih Dirawat, Polisi Kejar Pelaku Perampokan Agen BRILink di Morowali
Berita ini 123 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 28 July 2026 - 11:40 WIB

Diduga Ada Pungutan Berkedok Dukungan Media di Lokasi PETI Parigi Moutong, Publik Diminta Waspada

Monday, 27 July 2026 - 12:39 WIB

Tragedi Berdarah di Duyu Mulai Terungkap, Kesaksian Istri Korban Bantu Polisi Buru Terduga Pelaku.

Monday, 27 July 2026 - 03:42 WIB

Kapolres Sigi Apresiasi Kolaborasi Pengamanan, Festival Danau Lindu 2026 Berjalan Aman dan Tertib

Monday, 27 July 2026 - 02:08 WIB

Hartanto Boechori: “Pak Presiden, Jurnalis Bukan “Londo Ireng”* 

Monday, 27 July 2026 - 02:00 WIB

Dua Warga Meninggal Dunia dalam Peristiwa di Manonda, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

Berita Terbaru