Humas dan Protokol: Saatnya Kembali Menjadi Wajah Komunikasi Publik Pemerintah

- Penulis

Sunday, 5 July 2026 - 06:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh: Budi Dako

OPINI-Suara Nusantara Palu,Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membawa perubahan dalam sistem demokrasi Indonesia menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat keterbukaan informasi publik.

Di tengah derasnya arus informasi dan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap transparansi, keberadaan Humas dan Protokol tidak lagi dapat dipandang sebatas penyelenggara acara atau pendokumentasi kegiatan kepala daerah.

Dalam tata kelola pemerintahan modern, Humas dan Protokol memiliki fungsi strategis sebagai penghubung komunikasi antara pemerintah, media massa, dan masyarakat.

Tugas tersebut bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan memastikan setiap kebijakan, program, dan capaian pembangunan dapat diketahui masyarakat secara cepat, akurat, dan mudah dipahami.

Sayangnya, masih kerap dijumpai paradigma bahwa dokumentasi kegiatan pemerintahan cukup disimpan sebagai arsip.

Padahal, foto, video, data, dan rilis kegiatan merupakan aset informasi publik yang seharusnya diolah dan disebarluaskan melalui berbagai media komunikasi.

Informasi yang tidak dipublikasikan pada akhirnya kehilangan manfaatnya sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat.

Kemitraan dengan media massa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan fungsi kehumasan.

Media bukan sekadar saluran publikasi, tetapi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggung jawabkan.

Karena itu, penyediaan rilis berita, dokumentasi, data pendukung, dan akses informasi yang cepat merupakan bagian dari pelayanan publik.

Di sisi lain, komunikasi publik tidak boleh berjalan satu arah.

Humas dan Protokol juga berkewajiban menangkap aspirasi, kritik,masukan, dan berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat melalui pemberitaan media maupun kanal komunikasi lainnya.

Informasi tersebut harus menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan bagi pimpinan daerah dalam merumuskan maupun menyempurnakan kebijakan.

Baca Juga:  Hari Bhayangkara ke-80 Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Terdampak Gempa di Desa Uenuni

Fungsi inilah yang sering terlupakan.

Padahal, keberhasilan komunikasi pemerintah tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memahami, merasakan, dan memberikan respons terhadap kebijakan pemerintah.

Di era keterbukaan informasi, kecepatan menjadi bagian dari pelayanan publik.

Ketika pemerintah lambat menyampaikan informasi, ruang publik akan diisi oleh berbagai spekulasi yang belum tentu benar.

Sebaliknya, komunikasi yang terbuka, konsisten, dan profesional akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Karena itu, sudah saatnya Humas dan Protokol memperkuat perannya sebagai pusat komunikasi publik pemerintah. Tidak hanya mendokumentasikan kegiatan, tetapi juga mengelola informasi secara profesional, membangun hubungan yang sehat dengan media, serta memastikan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat berjalan dua arah.

Pada akhirnya, Humas dan Protokol bukan sekadar pelengkap dalam struktur pemerintahan. Ia adalah wajah komunikasi pemerintah daerah.

Ketika fungsi tersebut dijalankan secara optimal, masyarakat memperoleh haknya atas informasi, sementara pemerintah memperoleh kepercayaan yang lahir dari keterbukaan, transparansi, dan komunikasi yang baik.(*)

Penulis : Team Redaksi

Editor : Redaksi suara Nusantara palu com

Sumber Berita: Peliputan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel suaranusantarapalu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Ada Pungutan Berkedok Dukungan Media di Lokasi PETI Parigi Moutong, Publik Diminta Waspada
Tragedi Berdarah di Duyu Mulai Terungkap, Kesaksian Istri Korban Bantu Polisi Buru Terduga Pelaku.
Kapolres Sigi Apresiasi Kolaborasi Pengamanan, Festival Danau Lindu 2026 Berjalan Aman dan Tertib
Hartanto Boechori: “Pak Presiden, Jurnalis Bukan “Londo Ireng”* 
Dua Warga Meninggal Dunia dalam Peristiwa di Manonda, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan
Pria yang Diduga Terlibat Curanmor Meninggal Dunia, Polres Morowali Selidiki Dua Dugaan Tindak Pidana
Jalan Nasional di Tompira Rusak Parah, Warga Desak BPJN Sulteng Segera Lakukan Penanganan
Fia Masih Dirawat, Polisi Kejar Pelaku Perampokan Agen BRILink di Morowali
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 28 July 2026 - 11:40 WIB

Diduga Ada Pungutan Berkedok Dukungan Media di Lokasi PETI Parigi Moutong, Publik Diminta Waspada

Monday, 27 July 2026 - 12:39 WIB

Tragedi Berdarah di Duyu Mulai Terungkap, Kesaksian Istri Korban Bantu Polisi Buru Terduga Pelaku.

Monday, 27 July 2026 - 03:42 WIB

Kapolres Sigi Apresiasi Kolaborasi Pengamanan, Festival Danau Lindu 2026 Berjalan Aman dan Tertib

Monday, 27 July 2026 - 02:08 WIB

Hartanto Boechori: “Pak Presiden, Jurnalis Bukan “Londo Ireng”* 

Monday, 27 July 2026 - 02:00 WIB

Dua Warga Meninggal Dunia dalam Peristiwa di Manonda, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

Berita Terbaru