PALU – Kabar duka menyelimuti bangsa Indonesia. Paula Waroka, putri asal Sulawesi Utara yang dikenal sebagai pembawa Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1947, telah berpulang pada Kamis, 9 Juli 2026, dalam usia 94 tahun.
Kepergian Paula Waroka menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Sosoknya merupakan bagian dari sejarah yang telah mengukir pengabdian dan semangat cinta tanah air pada masa awal kemerdekaan. Dedikasi dan pengorbanannya akan terus dikenang oleh generasi penerus bangsa.
Atas nama Keluarga Besar Redaksi Suara Nusantara Palu, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Paula Waroka. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepergian seorang tokoh sejarah bukanlah akhir dari perjuangannya. Nama dan jasanya akan terus hidup dalam lembaran sejarah Indonesia, menjadi inspirasi bagi seluruh anak bangsa untuk terus mencintai dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Pahlawan sejati tidak pernah mati. Mereka hidup dalam sejarah, dikenang sepanjang masa, dan menginspirasi setiap generasi untuk mencintai bangsanya.”
Selamat jalan, Paula Waroka. Terima kasih atas pengabdianmu untuk Indonesia. Jasamu akan selalu dikenang sepanjang masa.Catatan: Berdasarkan informasi yang tersedia untuk umum, Paula Waroka dikenal sebagai pembawa Bendera Pusaka pada upacara kemerdekaan. Karena informasi mengenai agama beliau tidak saya ketahui, saya menggunakan ungkapan belasungkawa yang bersifat netral agar berita tetap akurat dan menghormati almarhumah beserta keluarganya.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi suara Nusantara palu com
Sumber Berita: Peliputan














