Advokat LBH-R Minta Polresta Palu Serius Usut Dugaan Pencatutan Nama Media untuk Menipu Pejabat dan Tokoh Masyarakat

- Penulis

Friday, 26 June 2026 - 03:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuaraNusantaraPalu

Palu – Advokat Firmansyah C. Rasyid, S.H. dari Lembaga Bantuan Hukum Rakyat (LBH-R) meminta penyidik Polresta Palu menangani secara serius dugaan tindak pidana pencatutan nama sejumlah media di Kota Palu yang diduga digunakan sebagai modus penipuan terhadap pejabat pemerintah, anggota DPRD, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, hingga warga di Sulawesi Tengah.

Menurut Firmansyah, praktik pencatutan nama media tidak hanya berpotensi merugikan para korban secara materiil, tetapi juga mencoreng nama baik perusahaan pers yang selama ini menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kasus ini harus diusut secara serius hingga tuntas. Jangan hanya berhenti pada pelaku lapangan, tetapi penyidik juga perlu mengungkap siapa aktor utama maupun pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan tersebut. Dugaan pencatutan nama media telah merusak kepercayaan masyarakat terhadap insan pers,” tegas Firmansyah.

Diketahui, oknum yang diduga sebagai pelaku telah resmi dilaporkan ke Polresta Palu atas dugaan tindak pidana penipuan dan pencatutan nama media.

Laporan tersebut muncul setelah banyak pejabat pemerintah, anggota DPRD, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, hingga warga mengaku menerima pesan WhatsApp dari pihak yang mengatasnamakan wartawan maupun staf media.

Berdasarkan hasil penelusuran, para terduga pelaku diduga menggunakan nama sejumlah media yang beroperasi di Kota Palu untuk meyakinkan calon korbannya. Padahal, media-media yang dicatut tidak memiliki hubungan maupun keterkaitan dengan para pelaku.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku diduga menggunakan berbagai modus untuk meminta sejumlah uang kepada pejabat dan tokoh masyarakat. Alasan yang disampaikan beragam, mulai dari pembayaran iklan, bantuan duka cita, bantuan korban bencana gempa, biaya pengobatan, hingga berbagai dalih lain demi memperoleh keuntungan pribadi.

Dari hasil inventarisasi sementara, redaksi menemukan sedikitnya enam nomor telepon yang diduga digunakan dalam aksi tersebut. Nomor-nomor itu diduga dipakai untuk menghubungi pejabat pemerintah, anggota DPRD, serta tokoh masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Tengah.

Baca Juga:  Merespons Keluhan Warga, BPJN Sulteng Siapkan Perbaikan Ruas Trans Palu–Donggala yang Bergelombang

Perkembangan terbaru, salah satu pengguna nomor WhatsApp yang diduga digunakan untuk menghubungi sejumlah pejabat berhasil diamankan oleh pihak pelapor. Selanjutnya, yang bersangkutan diantar dan diserahkan kepada penyidik Polresta Palu untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Proses penyerahan tersebut telah dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima (BAST) sebagai bagian dari proses penyelidikan yang sedang berlangsung di Polresta Palu.

Sebagai bukti awal, PT Apreska Media Group turut menyerahkan sejumlah dokumen kepada penyidik, di antaranya tangkapan layar percakapan WhatsApp, enam nomor telepon yang diduga digunakan pelaku, foto dan video yang dikirimkan kepada korban, serta keterangan dari para pejabat dan masyarakat yang menerima pesan tersebut.

Firmansyah berharap penyidik segera mengungkap seluruh rangkaian peristiwa, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.

“Penegakan hukum yang tegas sangat penting agar tidak ada lagi pihak yang menyalahgunakan nama media untuk melakukan penipuan. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu melakukan verifikasi apabila menerima permintaan uang yang mengatasnamakan wartawan atau perusahaan media,” tutupnya.

Penulis : Anjasman

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Peliputan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel suaranusantarapalu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WPI-VCC Sukses Gelar Diklatsar Angkatan ke-15, 10 Peserta Ikuti Pendidikan Dasar
236 Mahasiswa Unisa Palu Ikuti Pembekalan KKN Angkatan LVIII, Didorong Bersinergi Bangun Daerah
Semarak HUT Ke-81 TNI, Kodam XXIII/Palaka Wira Bekali Pelajar Keterampilan Bantuan Hidup Dasar.
Babinsa Bersama Warga Padamkan Kebakaran Lahan Seluas 1 Hektare di Bunobogu Buol”
TNI-Polri Bersama Warga Jinakkan Kebakaran Lahan Kosong di Basidondo Tolitoli
Basarnas Palu dan Pemkab Tolitoli Perkuat Sinergi Penanganan Kondisi Darurat
HPA Mulai Gerakkan Roda Organisasi, Peserta ToT dan PKN Disiapkan Jadi Kader
GARUDA SULTENG: Kaderisasi Pemuda Jadi Investasi Penting Menuju Indonesia Emas 2026.
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 03:04 WIB

WPI-VCC Sukses Gelar Diklatsar Angkatan ke-15, 10 Peserta Ikuti Pendidikan Dasar

Saturday, 19 September 2026 - 11:56 WIB

236 Mahasiswa Unisa Palu Ikuti Pembekalan KKN Angkatan LVIII, Didorong Bersinergi Bangun Daerah

Saturday, 19 September 2026 - 11:16 WIB

Semarak HUT Ke-81 TNI, Kodam XXIII/Palaka Wira Bekali Pelajar Keterampilan Bantuan Hidup Dasar.

Saturday, 19 September 2026 - 11:06 WIB

Babinsa Bersama Warga Padamkan Kebakaran Lahan Seluas 1 Hektare di Bunobogu Buol”

Saturday, 19 September 2026 - 10:59 WIB

TNI-Polri Bersama Warga Jinakkan Kebakaran Lahan Kosong di Basidondo Tolitoli

Berita Terbaru