Air Irigasi Gumbasa Akan Ditutup Sebulan, Petani Sigi Khawatir Tanaman Padi Terancam Gagal Panen

- Penulis

Tuesday, 11 August 2026 - 00:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIGI – Suara Nusantara Palu.com,Rencana penghentian sementara aliran air Irigasi Gumbasa selama satu bulan, terhitung 15 Agustus hingga 15 September 2026, mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani di Kabupaten Sigi.

Sejumlah petani yang berada di wilayah Biromaru, Sigi Kota hingga sebagian Kecamatan Tanambulava masih memiliki tanaman padi yang membutuhkan pasokan air. Mereka khawatir penghentian aliran irigasi dalam waktu cukup lama dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman bahkan berujung pada gagal panen.

Ketua Forum Petani Merah Putih, Imran Latjedi, mengatakan berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, terdapat sekitar 20 hektare lahan pertanian di wilayah Biromaru yang masih berada dalam kondisi membutuhkan pasokan air. Persoalan serupa, kata dia, juga ditemukan di sejumlah wilayah Sigi Kota dan sebagian Tanambulava.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Imran menjelaskan, kondisi tersebut tidak sepenuhnya disebabkan petani mengabaikan ketentuan mengenai jadwal musim tanam. Menurutnya, sebagian petani mengalami kendala teknis karena keterbatasan alat pertanian yang harus digunakan secara bergantian.

“Bukan berarti petani tidak mengindahkan edaran. Ketika musim tanam berlangsung, alat untuk mengolah lahan masih digunakan secara bergantian. Akibatnya, ada petani yang baru bisa mengolah dan menanam setelah alat tersebut tersedia,” ujar Imran melalui pesan WhatsApp, Senin (10/8/2026).

Ia mengakui bahwa penghentian aliran air Gumbasa merupakan bagian dari kebutuhan pekerjaan serta penataan sistem irigasi. Namun, kondisi tanaman yang sudah terlanjur ditanam juga dinilai perlu menjadi pertimbangan sebelum kebijakan tersebut sepenuhnya diterapkan.

Imran berharap pihak terkait dapat mempertimbangkan dampak yang mungkin ditanggung petani apabila tanaman yang sedang tumbuh tidak mendapatkan pasokan air.

“Kami siap kalau dianggap tidak mengikuti ketentuan. Tetapi kami berharap ada kebijakan dari pihak pengairan yang juga melihat kondisi tanaman dan potensi kerugian yang akan dialami petani,” katanya.

Menurut Imran, sebagian petani sebenarnya telah mengetahui adanya rencana penutupan aliran irigasi. Namun, keputusan untuk tetap menanam tidak terlepas dari kebutuhan ekonomi keluarga.

Baca Juga:  Kapolda Sulteng: Perwira Baru SIP Harus Hadir sebagai Solusi bagi Masyarakat

Ia mengutip keluhan salah seorang petani yang menyampaikan bahwa hasil panen menjadi salah satu sumber untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kami tahu air akan ditutup. Tetapi kalau tidak menanam, apa yang bisa dipanen musim ini? Kami juga membutuhkan hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidup,” tutur Imran mengutip pernyataan petani.

Atas kondisi tersebut, Forum Petani Merah Putih mendorong Pemerintah Kabupaten Sigi untuk memfasilitasi komunikasi antara petani dengan pihak pengelola irigasi maupun Balai Wilayah Sungai (BWS).

Imran yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sigi tersebut menilai, rencana penutupan aliran air tetap dapat dilaksanakan sesuai jadwal. Namun, menurutnya, perlu dicari skema teknis yang memungkinkan tanaman petani tetap memperoleh pasokan air tanpa menghambat pekerjaan irigasi.

Salah satu alternatif yang dia usulkan adalah pemberian aliran air secara berkala. Misalnya, setelah aliran ditutup selama tujuh hingga sepuluh hari, air dapat dialirkan kembali selama kurang lebih dua hari untuk memenuhi kebutuhan tanaman sebelum kembali dilakukan penutupan.

“Kalau memang penutupan harus tetap dilakukan, kami tidak mempermasalahkannya. Tetapi bila memungkinkan, setiap tujuh atau sepuluh hari air bisa dibuka sekitar dua hari untuk membantu menyelamatkan tanaman petani. Kalau ada pola lain yang lebih tepat dan tidak mengganggu pekerjaan, tentu itu juga bisa menjadi solusi,” jelasnya.

Imran menegaskan, persoalan tersebut sebaiknya tidak dilihat sebagai pertentangan antara petani dan pihak pengairan. Menurutnya, kepentingan seluruh pihak pada dasarnya sama, yakni memastikan pekerjaan peningkatan atau penataan sistem irigasi berjalan dengan baik sekaligus mengurangi potensi kerugian masyarakat.

“Kita jangan sampai saling menyalahkan. Yang harus dipikirkan bersama adalah bagaimana pekerjaan irigasi tetap berjalan, tetapi tanaman petani yang sudah terlanjur ditanam juga dapat diselamatkan,” pungkasnya.

Penulis : Redaksi

Editor : SN.palu

Sumber Berita: Liputan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel suaranusantarapalu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basarnas Palu dan Pemkab Tolitoli Perkuat Sinergi Penanganan Kondisi Darurat
HPA Mulai Gerakkan Roda Organisasi, Peserta ToT dan PKN Disiapkan Jadi Kader
GARUDA SULTENG: Kaderisasi Pemuda Jadi Investasi Penting Menuju Indonesia Emas 2026.
Tiga Terduga Pelaku Curat di Ujuna Dibekuk Tim Gabungan Polsek Palu Barat dan Resmob Tadulako
Harkopnas ke-79 di Sulteng Dorong Revitalisasi Koperasi Desa dan Kelurahan
Bertahun-tahun Menanti, Revitalisasi SD Inpres Maku Hadirkan Harapan Baru bagi Siswa Pascagempa
PETI di Desa Karya Mandiri Disorot, Warga Minta Bekas Galian Dipulihkan
Danrem 132/Tadulako Sambangi Banggai Laut, Sinergi TNI-Pemda Diperkuat
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 18 September 2026 - 15:28 WIB

Basarnas Palu dan Pemkab Tolitoli Perkuat Sinergi Penanganan Kondisi Darurat

Friday, 18 September 2026 - 14:54 WIB

HPA Mulai Gerakkan Roda Organisasi, Peserta ToT dan PKN Disiapkan Jadi Kader

Friday, 18 September 2026 - 14:06 WIB

GARUDA SULTENG: Kaderisasi Pemuda Jadi Investasi Penting Menuju Indonesia Emas 2026.

Friday, 18 September 2026 - 00:10 WIB

Tiga Terduga Pelaku Curat di Ujuna Dibekuk Tim Gabungan Polsek Palu Barat dan Resmob Tadulako

Thursday, 17 September 2026 - 11:53 WIB

Harkopnas ke-79 di Sulteng Dorong Revitalisasi Koperasi Desa dan Kelurahan

Berita Terbaru