Jaksa Willy Adriansyah,SH(kiri)dan Asstapuri,SH(kanan)saat bertugas di kejaksaan Negeri Tojo Una-una.keduanya mendapat penagasan baru di kejaksaan Tipe A sebagai bagian dari penyembuhan dan pelatihan guru di lingkungan kejaksaan Republik Indonesia.foto: istimewa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
TOJO UNA-UNA – Suara Nusantara Palu,Dua jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, mendapat amanah baru di Kejaksaan Negeri berstatus Tipe A sebagai bagian dari penyembuhan dan pelatihan karier di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia.
Jaksa kedua tersebut adalah Welly Andriansyah, SH, dan Asstapuri, SH Mutasi ini merupakan bagian dari mekanisme pelatihan organisasi yang rutin dilakukan guna penyegaran, karier pengembangan, serta penguatan sumber daya manusia di lingkungan Kejaksaan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Welly Andriansyah yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Subseksi Penyediaan dan Pengendalian Operasi pada Kejari Tojo Una-Una mendapat penugasan sebagai Kepala Subseksi II Intelijen pada Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, Jawa Barat, yang berstatus Kejaksaan Negeri Tipe A.
Sementara itu, Asstapuri mendapat amanah baru untuk bertugas di Kejaksaan Negeri Kota Magelang, Jawa Tengah, yang juga berstatus Kejaksaan Negeri Tipe A.
Saat dikonfirmasi pada Sabtu (4/7/2026), Welly Andriansyah membenarkan informasi pengobatan tersebut.
«”Benar, saya dimutasi ke Kejari Cirebon,” ujarnya.»
Hal senada disampaikan Asstapuri yang juga membenarkan pengugasan barunya.
«”Insya Allah kalau tidak ada perubahan,” singkatnya.»
Selama bertugas di Kejari Tojo Una-Una, keduanya diketahui menjalankan tugas sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing. Selain mengedepankan profesionalisme dalam penegakan hukum, mereka juga membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, berbagai elemen, serta insan pers.
Pendekatan yang humanis dan sikap terbuka dalam berinteraksi membuat Welly Andriansyah dan Asstapuri mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.
Salah seorang warga yang pernah berinteraksi dengan keduanya mengaku merasa kehilangan sosok jaksa yang dinilai ramah dan komunikatif.
«”Kami tentu merasa kehilangan. Selama ini mereka dikenal baik dan mudah berkomunikasi dengan masyarakat. Semoga keduanya selalu sukses dan diberikan kelancaran dalam menjalankan amanah di tempat tugas yang baru,” ujar warga tersebut yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.»
Mutasi merupakan bagian dari sistem pelatihan karier di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia yang bertujuan memperkuat organisasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan pengalaman yang dimiliki selama bertugas di Kejari Tojo Una-Una, Welly Andriansyah dan Asstapuri diharapkan dapat terus menjaga profesionalisme, integritas, dan memberikan kontribusi terbaik bagi institusi Kejaksaan di tempat pengugasan yang baru.
Laporan: Budi dako
Penulis : Budi Dako
Editor : Redaksi suara Nusantara palu com
Sumber Berita: Peliputan














