PALU — SUARA NUSANTARA PALU.COM — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN terus memperkuat pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendekatan pembangunan keluarga berbasis siklus kehidupan.
Pendekatan tersebut tidak hanya menyasar kelompok usia produktif maupun anak-anak, tetapi juga mencakup masyarakat lanjut usia (lansia).
Komitmen itu disampaikan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, saat melakukan kunjungan kerja di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (29/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kunjungannya, Isyana menghadiri prosesi wisuda 70 peserta Sekolah Lansia Seroja dan Sekolah Lansia Maroso Kota Palu yang digelar di Sriti Convention Hall, Jalan Durian, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat.
Isyana mengatakan, pembangunan keluarga menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah meningkatkan kualitas SDM nasional.
Menurut dia, keluarga merupakan lingkungan pertama dan terkecil yang memiliki peran besar dalam membentuk kualitas manusia.
“Peningkatan kualitas SDM itu berawal dari unit paling kecil, yaitu keluarga,” kata Isyana usai menghadiri prosesi wisuda di Palu, Selasa.
Ia menjelaskan, pembangunan keluarga harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan setiap tahapan kehidupan manusia.
Pendekatan tersebut dimulai sejak masa kehamilan, bayi, balita, remaja, pasangan usia subur hingga kelompok lanjut usia.
Isyana menyebut, untuk kelompok lansia, Kemendukbangga/BKKBN memiliki program Binaan Keluarga Lansia yang dikembangkan melalui program Sidaya atau Lansia Berdaya.
Program tersebut diarahkan agar para lansia tetap memiliki kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan, menjaga kemandirian, serta berperan dalam kehidupan keluarga dan lingkungan sosial.
“Untuk lansia, kami punya program Binaan Keluarga Lansia melalui program Sidaya atau Lansia Berdaya,” ujarnya.
Sementara itu, keberadaan Sekolah Lansia menjadi salah satu bentuk pelaksanaan program tersebut di tengah masyarakat.
Melalui sekolah lansia, peserta mendapatkan pembelajaran yang disusun secara terstruktur sesuai dengan kebutuhan kelompok lanjut usia.
Para peserta antara lain mendapatkan pembekalan melalui Kurikulum Standar 1 (S1) yang menjadi bagian dari proses pembelajaran Sekolah Lansia.
Isyana menegaskan, pembangunan keluarga merupakan proses yang harus dilakukan secara berkelanjutan karena setiap tahapan kehidupan memiliki kebutuhan dan tantangan yang berbeda.
Karena itu, perhatian terhadap kelompok lansia dinilai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pemerintah membangun manusia Indonesia yang berkualitas dan tetap berdaya di usia lanjut.
Prosesi wisuda 70 peserta Sekolah Lansia Seroja dan Sekolah Lansia Maroso tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap para lansia yang telah mengikuti proses pembelajaran dan pengembangan diri melalui program Sekolah Lansia di Kota Palu.
Penulis : Redaksi Anjasman
Editor : SN-PALU
Sumber Berita: Liputan
















