Mengawal Perjuangan DBH Sulteng: Kritik Penting, Persatuan Lebih Penting

- Penulis

Saturday, 22 August 2026 - 02:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini penulis:

Nama: Darmawangsa

Jabatan: Anggota Pelopor Pemuda Tadulako Sulawesi Tengah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjuangan Sulawesi Tengah untuk memperoleh Dana Bagi Hasil (DBH) yang lebih adil merupakan persoalan penting yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Oleh karena itu, setiap langkah pemerintah daerah dan DPRD dalam memperjuangkan kepentingan tersebut perlu mendapat perhatian sekaligus pengawasan dari masyarakat.

Sebagai bagian dari generasi muda Sulawesi Tengah, saya memandang bahwa perbedaan pandangan dalam mengawal kebijakan publik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Kritik dari organisasi masyarakat sipil, termasuk Yayasan Hijau Keadilan Indonesia (YHKi), tentu memiliki ruang dan fungsi penting sebagai bentuk kontrol terhadap pemerintah.

Namun, kritik sebaiknya tetap ditempatkan dalam kerangka membangun. Jangan sampai perbedaan pandangan justru membuat energi masyarakat terpecah dan mengurangi semangat daerah dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

Upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama DPRD untuk mendorong revisi Keputusan Menteri ESDM Nomor 157 serta memperjuangkan keadilan DBH tentu membutuhkan proses. Lobi dan komunikasi dengan pemerintah pusat tidak selalu menghasilkan keputusan dalam waktu singkat. Oleh karena itu, masyarakat perlu memberikan ruang sekaligus tetap melakukan pengawasan secara kritis.

Bagi saya, dukungan bukan berarti memberikan cek kosong kepada pemerintah. Justru dukungan harus berjalan bersama transparansi dan akuntabilitas. Pemerintah dan DPRD perlu menyampaikan perkembangan perjuangan tersebut kepada publik secara terbuka, termasuk mengenai tindak lanjut atas komitmen revisi regulasi dan penggunaan anggaran yang berkaitan dengan perjalanan maupun kegiatan lobi.

Di sisi lain, masyarakat juga harus mengawal agar perjuangan tersebut tidak berhenti pada pernyataan atau janji. Harus ada target, perkembangan yang jelas, serta hasil yang dapat diukur dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sulawesi Tengah.

Baca Juga:  Dugaan Tambang Ilegal di Parigi Moutong Kembali Disorot, Pegiat Hukum Minta Aparat Bertindak

Jika DBH Sulawesi Tengah nanti meningkat, tambahan ruang fiskal tersebut harus benar-benar diarahkan untuk kepentingan rakyat. Pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan generasi muda harus menjadi bagian dari prioritas.

Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen pemuda dan masyarakat sipil di Sulawesi Tengah untuk tidak terjebak dalam kecelakaan yang saling menjatuhkan. Mari berbeda pendapat dengan tetap menjaga persatuan dan kepentingan daerah.

Kita membutuhkan kritik yang tajam tetapi obyektif, dukungan yang konstruktif, serta pengawasan yang transparan. Pemerintah perlu diberi kesempatan untuk bekerja, namun pada saat yang sama harus siap mempertanggungjawabkan setiap kebijakan dan hasil perjuangannya kepada masyarakat.

Pada akhirnya, perjuangan DBH bukan milik pemerintah, DPRD, organisasi pemuda, maupun kelompok tertentu. Ini merupakan kepentingan masyarakat Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, sudah seharusnya seluruh pihak mengawali proses bersama-sama hingga menghasilkan kebijakan yang benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat.

 

Darmawangsa

Anggota Pelopor Pemuda Tadulako Sulawesi Tengah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel suaranusantarapalu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WPI-VCC Sukses Gelar Diklatsar Angkatan ke-15, 10 Peserta Ikuti Pendidikan Dasar
236 Mahasiswa Unisa Palu Ikuti Pembekalan KKN Angkatan LVIII, Didorong Bersinergi Bangun Daerah
Semarak HUT Ke-81 TNI, Kodam XXIII/Palaka Wira Bekali Pelajar Keterampilan Bantuan Hidup Dasar.
Babinsa Bersama Warga Padamkan Kebakaran Lahan Seluas 1 Hektare di Bunobogu Buol”
TNI-Polri Bersama Warga Jinakkan Kebakaran Lahan Kosong di Basidondo Tolitoli
Basarnas Palu dan Pemkab Tolitoli Perkuat Sinergi Penanganan Kondisi Darurat
HPA Mulai Gerakkan Roda Organisasi, Peserta ToT dan PKN Disiapkan Jadi Kader
GARUDA SULTENG: Kaderisasi Pemuda Jadi Investasi Penting Menuju Indonesia Emas 2026.
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 03:04 WIB

WPI-VCC Sukses Gelar Diklatsar Angkatan ke-15, 10 Peserta Ikuti Pendidikan Dasar

Saturday, 19 September 2026 - 11:56 WIB

236 Mahasiswa Unisa Palu Ikuti Pembekalan KKN Angkatan LVIII, Didorong Bersinergi Bangun Daerah

Saturday, 19 September 2026 - 11:16 WIB

Semarak HUT Ke-81 TNI, Kodam XXIII/Palaka Wira Bekali Pelajar Keterampilan Bantuan Hidup Dasar.

Saturday, 19 September 2026 - 11:06 WIB

Babinsa Bersama Warga Padamkan Kebakaran Lahan Seluas 1 Hektare di Bunobogu Buol”

Saturday, 19 September 2026 - 10:59 WIB

TNI-Polri Bersama Warga Jinakkan Kebakaran Lahan Kosong di Basidondo Tolitoli

Berita Terbaru