Penyaluran Bibit Padi di Pakuli Utara Dipersoalkan, Kelompok Tani Keluhkan Biaya Angkut Tambahan

- Penulis

Thursday, 20 August 2026 - 00:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIGI, SUARA NUSANTARA PALU— Penyaluran bantuan benih padi varietas Ciherang/Impari 32 kepada sejumlah kelompok tani di Desa Pakuli Utara, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, mendapat sorotan dari penerima manfaat.Rabu,18 Agustus 2026.

Keluhan tersebut muncul setelah bantuan benih yang merupakan bagian dari program ketahanan dan swasembada pangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah itu disebut hanya diturunkan pada satu lokasi, sehingga kelompok tani harus kembali mengangkut benih ke wilayah masing-masing.

Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan pangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam pelaksanaannya, pengadaan dan distribusi benih dilakukan melalui pihak penyedia CV Harisyah yang beralamat di Jalan Trans Sulawesi, Dusun 3, Desa Dolago, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Kelompok Tani Sakidi Leda, Hasan Tura, mengatakan pola distribusi tersebut dinilai kurang efektif karena seluruh bantuan tidak langsung diarahkan ke titik kelompok penerima.

Menurut Hasan, kondisi itu membuat para ketua kelompok tani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengangkut benih dari lokasi penurunan menuju wilayah kelompok masing-masing.

“Kalau semua diturunkan di satu tempat, kami harus mencari kendaraan lagi untuk membawa benih ke kelompok. Ini tentu menambah biaya operasional,” ujar Hasan.

Ia juga mengaku khawatir terhadap keamanan benih apabila terlalu lama berada di lokasi penampungan. Terlebih, jumlah bantuan yang cukup banyak membuat kelompok penerima perlu segera mengambil bagian masing-masing.

Persoalan distribusi tersebut juga menimbulkan perbedaan keterangan antara pihak penyedia dan petugas lapangan.

Berdasarkan keterangan yang diterima ketua kelompok tani, pihak penyedia menyebut keputusan menurunkan seluruh bantuan di satu lokasi merupakan permintaan petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) saat proses penyaluran pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Baca Juga:  Kapolda Sulteng Instruksikan Jajaran Perkuat Pemberantasan Narkoba, Jaringan Bandar Jadi Sasaran

Namun, ketika dikonfirmasi oleh perwakilan kelompok tani, pihak penyuluh justru membantah bahwa penempatan seluruh bantuan pada satu titik merupakan permintaan mereka. Pihak penyuluh disebut mempertanyakan alasan perusahaan menurunkan seluruh benih pada satu lokasi.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya, Sakir, yang rumahnya digunakan sebagai lokasi penurunan bantuan, juga menyampaikan keberatan.

Sakir mengaku keberadaan tumpukan benih di rumahnya membuat dirinya memiliki kekhawatiran tersendiri, terutama menyangkut keamanan dan kondisi benih apabila tidak segera didistribusikan kepada masing-masing kelompok penerima.

Ia pun meminta para ketua kelompok tani yang mendapatkan bantuan agar segera mengambil bagian masing-masing sehingga benih tidak terlalu lama tersimpan di satu lokasi.

Para penerima bantuan berharap persoalan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura serta instansi terkait.

Mereka meminta mekanisme distribusi bantuan ke depan dapat dilakukan lebih tertib dengan memperhatikan titik serah kepada kelompok penerima, sehingga bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada petani tanpa menimbulkan beban biaya tambahan.

Kelompok tani juga berharap dilakukan evaluasi terhadap mekanisme kerja pihak penyedia agar penyaluran bantuan pertanian berikutnya berjalan sesuai perencanaan dan tidak menimbulkan persoalan di tingkat penerima manfaat.

Redaksi Suara Nusantara Palu akan terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang lengkap dan berimbang mengenai mekanisme penyaluran bantuan benih tersebut.

Penulis : Tim Redaksi

Editor : SN PALU

Sumber Berita: Liputan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel suaranusantarapalu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danrem 132/Tadulako Turun Langsung Pimpin Lari 6K, Tanamkan Disiplin dan Kebersamaan Prajurit
Korem 132/Tadulako Gelar Upacara Bendera, Tanamkan Disiplin dan Semangat Nasionalisme Prajurit
Kapolres Donggala Turun ke Jalan, Pastikan Arus Lalu Lintas di Simpang Jembatan Guntur Tetap Lancar
Upacara Bendera di Makodam XXIII/Palaka Wira, Perkuat Disiplin dan Jiwa Nasionalisme Prajurit
Kapolres Donggala Tanamkan Kesadaran Hukum di SMPN 2 Banawa, Narkoba dan Bullying Jadi Sorotan
Wakapolres Sigi Turun Langsung Atur Arus Lalu Lintas di Kalukubula, Edukasi Pengendara Secara Humanis
Kapolres Sigi Sambangi SMA Negeri 8, Ingatkan Pelajar Bahaya Narkoba hingga Bullying
Harga BBM Pertamina 1 November 2026 Belum Berubah, Ini Daftar Harga di Sulawesi Tengah dan Seluruh Indonesia
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 3 November 2026 - 12:54 WIB

Danrem 132/Tadulako Turun Langsung Pimpin Lari 6K, Tanamkan Disiplin dan Kebersamaan Prajurit

Monday, 2 November 2026 - 10:34 WIB

Korem 132/Tadulako Gelar Upacara Bendera, Tanamkan Disiplin dan Semangat Nasionalisme Prajurit

Monday, 2 November 2026 - 10:25 WIB

Kapolres Donggala Turun ke Jalan, Pastikan Arus Lalu Lintas di Simpang Jembatan Guntur Tetap Lancar

Monday, 2 November 2026 - 09:54 WIB

Upacara Bendera di Makodam XXIII/Palaka Wira, Perkuat Disiplin dan Jiwa Nasionalisme Prajurit

Monday, 2 November 2026 - 08:23 WIB

Kapolres Donggala Tanamkan Kesadaran Hukum di SMPN 2 Banawa, Narkoba dan Bullying Jadi Sorotan

Berita Terbaru