PALU – SUARA NUSANTARA PALU.COM – Prestasi berjanji kembali ditorehkan siswa SDN Inpres Silae dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 tingkat Kota Palu.
Adalah Nurul Azzahra, siswi SDN Inpres Silae, yang berhasil meraih Juara 1 lomba baca puisi Bahasa Kaili Ledo. Prestasi tersebut diraih setelah Nurul tampil percaya diri dan mampu memukau dewan juri pada perlombaan yang berlangsung di Gedung Kesenian Kota Palu, Rabu (7/10/2026).
Dengan penghayatan yang kuat, artikulasi yang jelas, serta kemampuan membawakan puisi menggunakan Bahasa Kaili Ledo, Nurul berhasil menunjukkan kualitas penampilan hingga keluar sebagai yang terbaik di tingkat Kota Palu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada kedua orang tua dan pihak sekolah yang selama ini memberikan dukungan, terutama kepada Kepala SDN Inpres Silae sekaligus pembimbing dan pelatihnya, Dadang Rahman Sidiq.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa mendapatkan Juara 1. Prestasi ini saya persembahkan untuk orang tua dan sekolah. Terima kasih kepada kepala sekolah yang sudah membimbing dan melatih saya dengan sabar. Mohon doa dan dukungannya agar saya bisa memberikan penampilan terbaik di tingkat provinsi,” ujar Nurul.

Menurut Dadang, keberhasilan Nurul bukan hanya tentang memenangkan sebuah perlombaan, tetapi juga menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk mengenal, menggunakan, sekaligus menjaga keberadaan bahasa dan budaya daerah.
“Puisi tidak hanya tentang bagaimana seseorang membaca rangkaian kata. Di dalamnya ada penghayatan, pesan, dan identitas budaya. Melalui Bahasa Kaili Ledo, anak-anak kita belajar mengenal dan mencintai warisan daerahnya,” kata Dadang.
Ia berharap keberhasilan Nurul dapat menjadi penyemangat bagi siswa lainnya untuk berani mengembangkan kemampuan dan mengikuti berbagai kegiatan positif.
“Juara ini adalah awal dari proses yang lebih panjang. Kami berharap Nurul tetap rendah hati, terus berlatih dan tidak cepat puas. Di tingkat provinsi nanti, tampilkan kemampuan terbaik dan jadikan pengalaman ini sebagai bagian dari proses untuk terus berkembang,” pesannya.
Dadang juga menilai kegiatan FTBI memiliki arti penting dalam memperkenalkan kembali bahasa daerah kepada generasi muda di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat.
Menurutnya, pelestarian bahasa daerah tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran di sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan masyarakat.
“Semoga prestasi Nurul bisa menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya. Jangan takut untuk menggali potensi diri dan jangan malu menggunakan bahasa daerah. Menjaga bahasa daerah berarti ikut menjaga identitas dan kekayaan budaya kita,” tuturnya.
Dengan keberhasilan tersebut, SDN Inpres Silae kini menaruh harapan besar kepada Nurul Azzahra untuk menunjukkan kembali kemampuan terbaiknya pada ajang FTBI tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.
Dukungan dari sekolah, keluarga dan lingkungan diharapkan menjadi kekuatan bagi Nurul dalam menghadapi persaingan berikutnya, sekaligus membawa nama Kota Palu semakin dikenal melalui prestasi generasi mudanya di bidang bahasa dan budaya daerah.
Penulis : Anjasman Pimred
Editor : Redaksi SN-PALU
Sumber Berita: Liputan
















