Suara Nusantara Palu 
TOUNA-Di tengah aksi warga yang masih bertahan hingga malam di halaman Kantor ATR/BPN Kabupaten Tojo Una-Una, Senin (29/6/2026), Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu secara mengejutkan datang menemui massa.
Kehadirannya sekitar pukul 20.00 Wita langsung mengubah suasana aksi menjadi dialog terbuka, setelah orang nomor satu di Touna itu menyatakan siap mengawal perjuangan sertifikat warga hingga ke pemerintah pusat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedatangan Bupati di luar agenda resmi itu tidak diduga oleh para pengunjuk rasa yang tergabung dalam Forum Aspirasi Masyarakat Tani Desa Tojo Menggugat.
Sejak siang, mereka bertahan di halaman Kantor ATR/BPN Kabupaten Tojo Una-Una untuk menuntut kepastian hukum atas sertifikat tanah yang mereka perjuangkan.
Tanpa seremoni maupun protokoler yang berlebihan, Ilham Lawidu langsung menghampiri warga dan memilih duduk bersama mereka.
Satu per satu aspirasi, keluhan, dan harapan masyarakat didengarkannya secara langsung dalam suasana dialog yang berlangsung terbuka.
Di hadapan ratusan peserta aksi, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una tidak akan tinggal diam terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Meski penyelesaian berada pada kewenangan pemerintah pusat, pemerintah daerah berkomitmen menjadi bagian dari upaya mencari solusi.
“Berikan kepercayaan kepada saya. Besok saya akan menyurat kepada Gubernur, Kementerian ATR/BPN, dan Kementerian Kehutanan.
Dalam waktu tiga sampai empat hari ke depan saya akan menyusul ke Jakarta untuk bertemu langsung.
Mohon doa masyarakat agar perjuangan ini membuahkan hasil,” tegas Ilham Lawidu di hadapan massa aksi.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan warga.Mereka mengaku tidak menyangka Bupati akan datang langsung menemui mereka pada malam hari, terlebih menyatakan komitmen untuk membawa persoalan tersebut hingga ke tingkat pemerintah pusat.
Ilham mengatakan, persoalan hak atas tanah masyarakat harus mendapat perhatian serius karena menyangkut kepastian hukum dan rasa keadilan.
Karena itu, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Kementerian ATR/BPN, serta Kementerian Kehutanan akan segera dilakukan agar penyelesaiannya dapat ditempuh sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Bagi warga, kehadiran Bupati menjadi harapan baru setelah bertahun-tahun memperjuangkan hak atas tanah yang mereka klaim sebagai milik masyarakat.
Mereka berharap komitmen yang disampaikan tidak berhenti pada pernyataan, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata hingga persoalan tersebut memperoleh penyelesaian.
Dialog yang berlangsung di halaman Kantor ATR/BPN Kabupaten Tojo Una-Una itu pun menutup rangkaian aksi dengan suasana yang lebih kondusif.
Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una memastikan akan terus mengawal aspirasi masyarakat melalui komunikasi intensif dengan seluruh instansi terkait, sehingga perjuangan warga memperoleh kepastian hukum yang adil dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.(*)
Penulis : Budi Dako
Editor : Redaksi suara Nusantara palu com
Sumber Berita: Peliputan














