
Program SIPETA Merah Putih merupakan inovasi Pemerintah Kabupaten Sigi yang bertujuan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada petani melalui kolaborasi lintas sektor, sehingga kesehatan petani dapat terpantau dan produktivitas pertanian terus meningkat.

“Tantangannya adalah mengumpulkan kelompok tani. Karena itu kami berkolaborasi dengan BPP. Ketika ada jadwal pembagian bibit, benih maupun kegiatan lain yang menghadirkan para petani, kami memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan pelayanan kesehatan,” ujar dr. Tri Eko Stefanus Larope.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Dolo Selatan, Sri Intan Dewi, SKM, menjelaskan bahwa SIPETA Merah Putih mulai dijalankan sejak Juni 2026 sebagai bagian dari inovasi daerah yang diinisiasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak hanya diberikan saat kegiatan kelompok tani, tetapi juga melalui Posyandu yang kini telah menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) dengan pendekatan pelayanan sepanjang siklus kehidupan.
“Pelaksanaan SIPETA Merah Putih kami mulai sejak Juni 2026. Kegiatan ini terus kami jalankan setiap ada aktivitas yang melibatkan petani maupun masyarakat. Selain itu, pelayanan kesehatan juga tetap diberikan melalui Posyandu karena petani juga merupakan bagian dari sasaran pelayanan. Saat ini Posyandu telah melaksanakan enam SPM dengan pelayanan kesehatan bagi seluruh kelompok usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia,” jelasnya.

“Petani yang sehat akan menghasilkan panen yang baik. Karena itu mari bersama-sama menjaga kesehatan dalam menjalankan aktivitas bertani,” katanya.
Melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi dan BPP Baluase, program SIPETA Merah Putih diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi petani serta memperkuat sinergi antara sektor kesehatan dan pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sigi.
Penulis : Anjasman
Editor : Redaksi suara Nusantara palu com
Sumber Berita: Peliputan














