Ipda Yunus Labba, Polisi di NTT yang Dedikasikan Gaji untuk Anak-Anak Telantar

- Penulis

Wednesday, 12 August 2026 - 05:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

KUPANG, RABU 12/8/2026,SUARA NUSANTARA PALU.COM— Dedikasi seorang anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terhadap anak-anak kurang mampu di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi kisah inspiratif. Ia adalah Ipda Yunus Labba, perwira yang memilih mengabdikan sebagian besar penghasilannya untuk membantu anak yatim piatu, telantar, dan berasal dari keluarga kurang mampu.

Ipda Yunus yang kini menjabat sebagai Kapolsek Amarasi Timur dikenal tidak hanya menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga aktif membina anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan pendidikan.

Perjalanan sosial tersebut telah dimulainya sejak 2007. Saat itu, Yunus membawa tujuh anak telantar untuk tinggal dan dirawat di kediamannya di Kota Kupang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seiring berjalannya waktu, jumlah anak yang dibinanya terus bertambah. Pada 2014, tercatat sebanyak 22 anak berada dalam pengasuhannya. Kondisi tersebut membuat rumah pribadinya tidak lagi mampu menampung seluruh anak yang membutuhkan tempat tinggal dan pembinaan.

Pada 2017, Yunus kemudian mendirikan Panti Asuhan Gerson di Kelurahan Belo, Kota Kupang. Tempat tersebut menjadi wadah bagi anak-anak yatim piatu, telantar, maupun mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Jumlah anak yang mendapatkan perhatian dan pembinaan Yunus pun terus berkembang. Lebih dari 119 anak disebut telah menjadi bagian dari anak asuh yang ia bina. Sebagian di antaranya bahkan berhasil melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Di balik perjuangan tersebut, terdapat pengorbanan finansial yang tidak sedikit. Yunus bersama istrinya harus mencari berbagai cara agar kebutuhan sehari-hari, pendidikan, serta keperluan anak-anak asuh tetap terpenuhi.

Dalam sejumlah pemberitaan, disebutkan bahwa Yunus bahkan pernah menggadaikan Surat Keputusan (SK) pengangkatannya sebagai anggota Polri kepada pihak bank untuk memperoleh pinjaman. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan panti sekaligus mengembangkan usaha sampingan yang menjadi sumber tambahan pembiayaan.

Baca Juga:  35 Anggota Kontingen PABKI Sulteng Dilepas Berlaga di Open Tournament Nasional 2026

Penghasilan sebagai anggota kepolisian dan hasil dari usaha yang dijalankannya juga banyak dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak, mulai dari makanan, pakaian hingga biaya pendidikan.

Pengabdian tersebut kemudian mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk institusi Polri dan Pemerintah Provinsi NTT. Dedikasi Yunus terhadap anak-anak kurang mampu dinilai sebagai bentuk kepedulian sosial yang dilakukan di luar tanggung jawabnya sebagai anggota kepolisian.

Atas perjalanan pengabdiannya, Yunus memperoleh apresiasi dan kesempatan mengikuti pendidikan perwira. Kariernya kemudian berkembang dari pangkat Aipda hingga menyandang pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda).

Kisah Ipda Yunus Labba menjadi gambaran bahwa tugas seorang polisi tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan menjaga keamanan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan kesempatan untuk memperoleh kehidupan dan pendidikan yang lebih baik.

 

Penulis : Tim redaksi

Editor : SN palu

Sumber Berita: Liputan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel suaranusantarapalu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basarnas Palu dan Pemkab Tolitoli Perkuat Sinergi Penanganan Kondisi Darurat
HPA Mulai Gerakkan Roda Organisasi, Peserta ToT dan PKN Disiapkan Jadi Kader
GARUDA SULTENG: Kaderisasi Pemuda Jadi Investasi Penting Menuju Indonesia Emas 2026.
Tiga Terduga Pelaku Curat di Ujuna Dibekuk Tim Gabungan Polsek Palu Barat dan Resmob Tadulako
Harkopnas ke-79 di Sulteng Dorong Revitalisasi Koperasi Desa dan Kelurahan
Bertahun-tahun Menanti, Revitalisasi SD Inpres Maku Hadirkan Harapan Baru bagi Siswa Pascagempa
PETI di Desa Karya Mandiri Disorot, Warga Minta Bekas Galian Dipulihkan
Danrem 132/Tadulako Sambangi Banggai Laut, Sinergi TNI-Pemda Diperkuat
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 18 September 2026 - 15:28 WIB

Basarnas Palu dan Pemkab Tolitoli Perkuat Sinergi Penanganan Kondisi Darurat

Friday, 18 September 2026 - 14:54 WIB

HPA Mulai Gerakkan Roda Organisasi, Peserta ToT dan PKN Disiapkan Jadi Kader

Friday, 18 September 2026 - 14:06 WIB

GARUDA SULTENG: Kaderisasi Pemuda Jadi Investasi Penting Menuju Indonesia Emas 2026.

Friday, 18 September 2026 - 00:10 WIB

Tiga Terduga Pelaku Curat di Ujuna Dibekuk Tim Gabungan Polsek Palu Barat dan Resmob Tadulako

Thursday, 17 September 2026 - 11:53 WIB

Harkopnas ke-79 di Sulteng Dorong Revitalisasi Koperasi Desa dan Kelurahan

Berita Terbaru